Liputan6.com, Jakarta - Menjelang pernikahan, pasangan biasanya sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari tempat acara hingga daftar tamu. Namun, ada satu persiapan yang tidak kalah penting, yaitu tes kesehatan sebelum nikah atau premarital medical check-up (MCU).
Menurut laman EMC dalam tulisan praktisi umum dr. Levica A. Tiranda, MKK, pemeriksaan kesehatan pranikah bukan sekadar formalitas. Pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk membantu pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sebelum membangun keluarga.
Advertisement
Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu mendeteksi penyakit yang mungkin belum menimbulkan gejala, tetapi berpotensi memengaruhi pasangan maupun keturunan, dikutip pada Senin (24/8/2026).
Melalui MCU pranikah, pasangan dapat:
- Mengetahui kondisi kesehatan satu sama lain.
- Mendeteksi penyakit lebih awal.
- Mengurangi risiko penularan penyakit tertentu.
- Merencanakan kehamilan dengan lebih aman.
- Mendapatkan edukasi kesehatan yang sesuai.
Jenis pemeriksaan dapat berbeda-beda, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing pasangan serta rekomendasi dokter. Namun, secara umum, premarital medical check-up dapat meliputi beberapa pemeriksaan berikut.
1. Tes Darah Rutin
Pemeriksaan darah menjadi salah satu bagian dari MCU pranikah. Tes ini dapat membantu melihat kondisi umum tubuh, termasuk kadar hemoglobin, gula darah, serta fungsi hati dan ginjal.
2. Skrining Penyakit Menular
Pasangan juga dapat menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi sejumlah penyakit menular, seperti:
- Hepatitis B
- Hepatitis C
- HIV
- Sifilis
Menurut Levica, deteksi lebih awal penting untuk membantu mencegah penularan kepada pasangan maupun calon bayi di masa mendatang.
3. Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus
Pemeriksaan selanjutnya adalah mengetahui golongan darah dan rhesus. Rhesus merupakan jenis protein yang terdapat pada permukaan sel darah merah.
Levica melalui laman EMC menjelaskan bahwa perbedaan rhesus tertentu dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Karena itu, informasi mengenai rhesus penting diketahui sejak awal.
4. Skrining Penyakit Genetik
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penyakit genetik, seperti talasemia.
Pemeriksaan ini terutama dapat dipertimbangkan jika terdapat riwayat penyakit genetik dalam keluarga.
5. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi
Pemeriksaan kesehatan reproduksi mencakup evaluasi organ reproduksi serta konsultasi mengenai rencana kehamilan.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan dapat berbeda pada setiap pasangan, sesuai kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter.
Manfaat Jangka Panjang
MCU pranikah tidak hanya bermanfaat bagi pasangan, tetapi juga dapat membantu mempersiapkan kesehatan generasi selanjutnya.
Deteksi dini memungkinkan suatu kondisi kesehatan ditangani lebih cepat dan dikendalikan secara efektif. Pasangan juga dapat merencanakan kehamilan dengan lebih aman.
Misalnya, jika salah satu pasangan mengalami anemia, infeksi, atau kondisi medis tertentu, penanganan dapat dilakukan sebelum pasangan mulai menjalani program kehamilan.
Kapan Sebaiknya Dilakukan?
MCU pranikah idealnya dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan. Dengan demikian, pasangan masih memiliki waktu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau mendapatkan pengobatan jika ditemukan masalah kesehatan.
Pemeriksaan ini juga tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk kecurigaan terhadap pasangan. Sebaliknya, MCU pranikah dapat menjadi bentuk keterbukaan dan tanggung jawab dalam mempersiapkan kehidupan bersama.
Pemeriksaan pranikah pun tidak berarti setiap pasangan harus menjalani seluruh jenis tes. Jenis pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, riwayat kesehatan, dan rekomendasi dokter.
Pada akhirnya, pernikahan bukan sekadar perayaan satu hari, melainkan perjalanan panjang bersama. Selain kesiapan mental, emosional, dan finansial, kesiapan kesehatan juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak sebelum menikah.