Terobosan Tangani Kebocoran Katup Mitral Tanpa Operasi Jantung Terbuka

Terobosan baru di Bali menangani kebocoran katup mitral tanpa operasi jantung terbuka.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 16:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC Bali) berhasil melakukan Mitral Transcatheter Edge-to-Edge Repair (M-TEER) pertama di Bali, yakni prosedur minimal invasif untuk menangani kebocoran katup mitral tanpa operasi jantung terbuka.

Konsultan Intervensi Jantung SCVC Bali, I Dewa Gde Dwi Sumajaya, mengatakan M-TEER merupakan prosedur untuk memperbaiki kebocoran katup mitral menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah, umumnya dari area pangkal paha menuju jantung.

"Berbeda dengan operasi jantung terbuka yang memerlukan sayatan pada dada, prosedur ini dilakukan tanpa membuka tulang dada. Dengan menggunakan perangkat khusus, dokter melakukan edge-to-edge repair dengan mendekatkan bagian daun katup mitral yang mengalami kebocoran, sehingga aliran darah yang kembali ke ruang jantung dapat dicegah," katanya dikutip dari Antara pada Senin, 24 Agustus 2026.

Tangani Pasien dengan Kebocoran Katup Mitral Berat

Pasien dalam tindakan ini merupakan laki-laki berusia 68 tahun yang mengalami mitral regurgitation berat akibat proses degeneratif. Kondisi tersebut telah menimbulkan gejala gagal jantung, termasuk pembengkakan pada kaki.

Setelah mempertimbangkan kondisi klinis pasien dan risiko operasi jantung terbuka, tim dokter memilih M-TEER sebagai pendekatan minimal invasif yang sesuai.

Prosedur M-TEER berlangsung kurang dari dua jam. Dokter menggunakan ekokardiografi transesofageal sebagai panduan secara real time untuk menentukan posisi perangkat, memastikan penjepitan katup dilakukan dengan tepat, serta mengevaluasi secara langsung apakah kebocoran telah berkurang secara optimal.

Pendekatan minimal invasif tersebut juga memungkinkan proses pemulihan pasien berlangsung lebih cepat.

"Kolaborasi dengan tim internasional memberikan kesempatan bagi kami untuk menggabungkan pengalaman dan keahlian dalam menangani kasus yang kompleks, sekaligus memperkuat transfer pengetahuan kepada tim medis di Indonesia," ujar Suma.

Awareness Penyakit Katup Jantung Masih Perlu Ditingkatkan

Suma menilai kesadaran masyarakat terhadap penyakit katup jantung masih perlu ditingkatkan. Kebocoran katup mitral dapat berkembang secara perlahan sehingga gejalanya kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau sekadar kelelahan biasa.

Padahal, keluhan seperti mudah lelah, sesak napas, penurunan toleransi aktivitas, atau pembengkakan pada kaki dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.