8 Biang Kerok Kenapa Baru Selesai Makan Sudah Lapar Lagi

Baru makan satu jam lalu tapi sudah lapar lagi? Kenali 8 penyebab yang perlu diketahui.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merasa lapar padahal baru selesai makan satu jam lalu dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga kebiasaan sehari-hari. Menurut The Wellness Corner yang dilansir pada Senin (24/8/2026), sinyal lapar dapat dipengaruhi oleh hormon, kadar gula darah, kualitas nutrisi makanan, dan pola hidup.

Selain itu, beberapa kondisi berikut juga dapat membuat rasa lapar atau keinginan makan (craving) terus muncul.

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Karbohidrat

Salah satu penyebabnya adalah terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti roti, kue, dan makanan manis.

Makanan tersebut lebih cepat dicerna sehingga dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, kemudian turun dengan cepat. Kondisi ini dapat membuat rasa lapar kembali muncul.

2. Kurang Protein dan Lemak Sehat

Makanan yang rendah protein dan lemak sehat juga cenderung kurang mengenyangkan.

Protein dan lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

3. Rendah Asupan Serat

Kurangnya asupan serat juga dapat membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Padahal, serat membantu memperlambat proses pencernaan dan mengatur kadar gula darah.

Karena itu, konsumsi biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah, dan sayuran dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

4. Mengira Haus sebagai Lapar

Rasa haus terkadang disalahartikan sebagai rasa lapar. Ketika tubuh kekurangan cairan, sinyal yang muncul dapat membuat seseorang mengira dirinya membutuhkan makanan.

5. Makan Terlalu Cepat

Cara makan juga dapat memengaruhi rasa kenyang. Ketika seseorang makan terlalu cepat, otak belum memiliki cukup waktu untuk menerima dan memproses sinyal kenyang.

6. Stres dan Pengaruh Emosi

Stres, kecemasan, dan rasa bosan juga dapat memicu keinginan untuk makan meskipun tubuh sebenarnya tidak membutuhkan makanan.

7. Kurang Tidur

Kualitas tidur menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi nafsu makan. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang berkaitan dengan rasa lapar dan kenyang, termasuk ghrelin (hormon lapar) dan leptin (hormon kenyang).

Akibatnya, nafsu makan dan keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat meningkat.

8. Aktivitas Berat dan Perubahan Hormon

Orang yang memiliki aktivitas fisik tinggi atau metabolisme cepat mungkin membutuhkan asupan energi lebih banyak.

Selain itu, perubahan hormon, seperti yang terjadi saat menstruasi atau kehamilan, juga dapat memengaruhi rasa lapar dan nafsu makan.

Perbaiki Gaya Hidup dan Pola Makan

Untuk membantu mempertahankan rasa kenyang, konsumsi makanan seimbang yang mengandung protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.

Pilihan camilan juga dapat diganti dengan makanan yang lebih mengenyangkan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, yoghurt, atau buah.

Namun, jika rasa lapar berlebihan terus terjadi meski sudah mengonsumsi makanan seimbang, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Beberapa kondisi kesehatan, seperti hipertiroidisme, diabetes, resistensi insulin, dan ketidakseimbangan hormon, dapat berkaitan dengan rasa lapar berlebihan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.