Obesitas Tingkatkan Risiko Osteoartritis Lutut 4 Kali Lebih Tinggi

Osteoartritis lutut adalah kondisi degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di ujung tulang persendian mulai menipis.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 28 Agustus 2026, 17:45 WIB
Ilustrasi obesitas /Copyright unsplash.com/i yunmai

Liputan6.com, Jakarta - Obesitas bukan hanya berkaitan dengan risiko berbagai penyakit kronis, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan sendi. Berat badan berlebih membuat lutut menerima beban lebih besar sehingga meningkatkan risiko mengalami osteoartritis.

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi subspesialis kaki dan pergelangan kaki, Ihsan Oesman, orang dengan indeks massa tubuh (IMT) 25 hingga 29,9 atau tergolong memiliki berat badan berlebih risikonya mengalami osteoartritis lutut 2,3 kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Sementara itu, seseorang obesitas alias punya IMT 30 ke atas risiko mengalami osteoartritis lutut sekitar 4,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal. Kenapa bisa begitu? Oesman menyampaikan bahwa berat badan berlebih menimbulkan tekanan mekanis lebih besar pada sendi lutut, yang menopang sebagian besar beban tubuh ketika orang berdiri, berjalan, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

"Ketika beban tubuh lebih besar, tentu beban pada lutut juga akan bertambah," katanya mengutip Antara.

Lalu, jaringan lemak berlebih dapat memicu perubahan pada tingkat sel yang berkaitan dengan proses peradangan kronis, yang berpotensi mempercepat kerusakan jaringan sendi.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi tulang rawan dan struktur lain pada sendi lutut yang berperan dalam pergerakan.

Seiring waktu, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi lutut yang membatasi kemampuan melakukan aktivitas seperti berdiri lama, berjalan, dan berolahraga.

 

Mengelola Berat Badan

Assoc. Director, Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr. Riyanny Meisha menambahkan, berat badan bukan satu-satunya variabel yang memengaruhi keluhan pada lutut.

"Pengelolaan berat badan merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi faktor risiko, tetapi bukan satu-satunya pendekatan dalam mencegah maupun menangani osteoartritis lutut," katanya.

Menurut dia, faktor-faktor lain yang berpeluang menyebabkan nyeri lutut juga perlu dievaluasi untuk menentukan penanganan dan pengobatan yang tepat. 

Osteoartritis lutut adalah kondisi degeneratif yang terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di ujung tulang persendian mulai menipis dan aus. Kondisi ini seiring waktu dapat menyebabkan tulang saling bergesekan, mengakibatkan nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan gerak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya