Kolagen Kulit Kambing dan Domba Berpotensi Kendalikan Tekanan Darah

Penelitian yang dilakukan dosen peternakan UGM menemukan kandungan kolagen di kulit kambing dan domba punya manfaat untuk kendalikan hipertensi.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 31 Agustus 2026, 11:00 WIB
Kulit kambing dan domba punya potensi sebagai bahan obat untuk mengendalikan tekanan darah. (Gambar: Qamma Farm/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Kulit kambing dan domba yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku penyamakan ternyata berpotensi diolah menjadi bahan untuk antihipertensi dan antioksidan.

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang Teknologi Hasil Ternak Prof Yuny Erwanto mengatakan kolagen yang diisolasi dari kulit kambing dan domba dapat diolah menjadi oligopeptida yang memiliki kemampuan menghambat mekanisme pemicu tekanan darah tinggi.

“Kolagen yang diisolasi dari kulit kambing dan domba dapat menghasilkan oligopeptida yang mempunyai kemampuan sebagai agen antihipertensi dan antioksidan,” kata Yuny mengutip laman UGM, Senin (31/8/2026).

Yuny memilih kulit kambing dan domba sebagai sumber kolagen karena kedua hewan tersebut banyak dikonsumsi masyarakat sebagai sumber pangan. Sementara itu, kulit yang menjadi hasil samping pemotongan selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan penyamakan (proses mengubah kulit mentah hewan menjadi kulit tersamak yang lentur, tahan pembusukan, dan siap pakai).

Menurut Yuny, pemanfaatan kulit sebagai sumber kolagen dapat memberikan nilai tambah bagi usaha pemotongan kambing dan domba.

“Potensi hasil ikutan berupa kulit sebagai kolagen akan memberikan nilai tambah bagi usaha pemotongan kambing dan domba,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kolagen dari kulit kambing dan domba terlebih dahulu diisolasi menggunakan metode tertentu. Selanjutnya, kolagen dihidrolisis menggunakan enzim pencernaan manusia untuk menghasilkan oligopeptida dengan rantai yang lebih pendek.

Oligopeptida tersebut kemudian diuji kemampuannya dalam menghambat kerja Angiotensin Converting Enzyme (ACE), yakni enzim yang berperan mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II. Proses tersebut berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah.

“Apabila kerja enzim ini dihambat dengan oligopeptida maka bersamaan akan menurunkan tekanan darah,” paparnya.

Menurut Yuny, pemurnian kolagen menjadi oligopeptida memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional atau kandidat terapi untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.

Presentasi di Shandong

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang Teknologi Hasil Ternak Prof Yuny Erwanto usai mempresentasikan hasil penelitiannya di Shandong, China. (Foto: Dok UGM)

Penelitian mengenai kolagen dari kulit kambing dan domba tersebut turut dipresentasikan Yuny dalam The 2026 International Symposium on Functional Foods and Health Promotion yang digelar di Jining Medical University, Jining, Shandong, China, pada 25-26 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Yuny menjadi salah satu pembicara utama. Selain dirinya, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof. Abdul Rohman mempresentasikan pengembangan metode analisis untuk autentifikasi pangan.

Dekan School of Public Health Jining Medical University Prof. Leen Li mengapresiasi materi yang disampaikan kedua pakar UGM. Pemerintah Provinsi Shandong juga disebut memberikan dukungan terhadap pengembangan pangan fungsional.

Usai simposium, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan rencana pengembangan laboratorium deteksi halal di Jining Medical University. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengujian produk pangan dan pertanian yang dihasilkan wilayah Shandong.

Shandong merupakan salah satu wilayah pertanian di China dengan produk pertanian dan peternakan yang dipasarkan ke berbagai negara. Pengembangan fasilitas deteksi halal dinilai dapat membantu memperluas akses pasar produk-produk tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya