Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis anak, Eriska Ayu Wirindri, mengingatkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu kesehatan anak, terutama saluran pernapasan. Risiko tersebut meningkat jika paparan terjadi berulang atau dalam konsentrasi tinggi.
"Partikel halus dari asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu peradangan. Anak bisa mengalami batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, mengi hingga sesak napas," ujar Eriska.
Dokter yang berpraktik di RSUD Lombok Utara itu mengatakan menjelaskan salah satu komponen asap yang perlu diwaspadai adalah particulate matter berukuran 2,5 mikrometer atau PM2.5.
Advertisement
Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru. Paparan asap juga dapat memperburuk kondisi anak yang memiliki asma atau penyakit paru karena memicu kekambuhan.
Eriska mengatakan anak lebih rentan terhadap dampak polusi udara karena paru-paru dan saluran pernapasan mereka masih berkembang. Anak juga memiliki frekuensi napas lebih cepat sehingga menghirup udara dalam jumlah relatif lebih banyak dibandingkan orang dewasa jika dibandingkan berdasarkan berat badan.
"Bayi dan balita, serta anak dengan penyakit paru, merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih," kata Eriska mengutip Antara.
Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, Eriska menyarankan agar mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas anak di luar rumah, terutama olahraga dan aktivitas fisik berat.
Aktivitas fisik membuat anak bernapas lebih cepat sehingga jumlah udara dan polutan yang masuk ke paru-paru ikut meningkat.
Orang tua juga dianjurkan menutup pintu dan jendela ketika konsentrasi asap dari luar meningkat. Sumber asap tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok dan pembakaran sampah, juga perlu dihindari.
Jika anak harus keluar rumah saat kualitas udara buruk, penggunaan masker atau respirator yang mampu menyaring partikel halus dan terpasang dengan baik dapat menjadi perlindungan tambahan.
Namun, penggunaan masker bukan berarti anak aman berada lama di tengah kabut asap. Bayi dan anak kecil yang belum dapat menggunakan masker secara aman dan tepat sebaiknya dijauhkan dari paparan asap.
"Pada bayi dan anak kecil yang belum bisa menggunakan masker dengan baik dan aman, perlindungan terbaik adalah menghindarkan mereka dari paparan asap," ujarnya.
Untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah, orang tua juga dapat menggunakan pembersih udara (air purifier) dengan filter HEPA. Alat tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel halus di dalam ruangan.
Khusus anak yang memiliki asma, orang tua perlu memastikan obat yang diresepkan dokter tersedia dan digunakan sesuai rencana pengobatan.
Advertisement
Kenali Tanda Gangguan Pernapasan
Selain mengurangi paparan, orang tua perlu mengenali tanda-tanda gangguan pernapasan pada anak. Anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak atau kesulitan bernapas, napas cepat, tarikan dinding dada, mengi yang semakin berat, atau kesulitan makan, minum, maupun berbicara akibat sesak.
Pertolongan medis juga diperlukan jika anak tampak sangat lemas atau mengantuk, atau ketika bibir maupun wajah terlihat kebiruan.
"Jangan menunggu sampai anak mengalami sesak berat untuk mencari pertolongan. Kurangi paparannya, jaga kualitas udara di rumah, hindari aktivitas di luar ketika asap pekat, dan segera cari pertolongan bila muncul tanda gangguan pernapasan," kata Eriska.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2878991/original/058515000_1565573490-WhatsApp_Image_2019-08-11_at_12.15.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335853/original/081952800_1788071697-1073816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335592/original/004354000_1788001155-1001793583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335506/original/050145600_1787991515-Image_29_Agu_2026-_07_52_56.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335465/original/090074800_1787987380-1001609624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335228/original/069408600_1787925597-87ba8d7b-9907-4c6b-937d-2fc95e68388a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335169/original/066596200_1787915869-1001601299.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317574/original/027541400_1786022250-br5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321824/original/056409200_1786505831-pal4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335105/original/018227500_1787910317-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_4.43.49_PM.jpeg)