Liputan6.com, Banda Aceh - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat mencatat tiga pekerja tambang emas dinyatakan positif terinfeksi Malaria Knowlesi. Ketiganya telah dirujuk dan mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
Kepala Dinkes Aceh Barat Evi Darni mengatakan, ketiga pasien tersebut berdomisili di kawasan Metulang, Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat. Mereka merupakan pekerja tambang yang beraktivitas di wilayah Sungai Mas dan Kabupaten Aceh Jaya.
Advertisement
"Ketiga pasien tersebut berdomisili di kawasan Metulang, Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat, dan berprofesi sebagai pekerja tambang yang beraktivitas di wilayah Sungai Mas maupun Kabupaten Aceh Jaya," kata Evi di Meulaboh dikutip dari Antara pada Kamis, 3 September 2026.
Menurut Evi, ketiga pasien saat ini masih menjalani pengobatan secara rutin dan berada dalam pemantauan. Kondisi mereka juga telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis. "Alhamdulillah, kondisi mereka berhasil terselamatkan," ujarnya.
Apa Itu Malaria Knowlesi?
Malaria Knowlesi merupakan penyakit infeksi parasit zoonosis yang disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Parasit ini secara alami menginfeksi kera atau monyet, seperti kera ekor panjang dan kera ekor babi, tapi juga dapat menular ke manusia.
Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, terutama dari kelompok Leucosphyrus, seperti Anopheles latens, yang dapat membawa parasit dari kera ke manusia.
Evi menjelaskan bahwa Malaria Knowlesi tidak menular langsung antarmanusia maupun melalui kontak dengan hewan. Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut.
Malaria Knowlesi Bisa Berkembang Cepat
Salah satu hal yang membuat penyakit ini perlu diwaspadai adalah kemampuan Plasmodium knowlesi berkembang biak di dalam darah setiap 24 jam. Siklus reproduksi yang singkat membuat jumlah parasit dapat meningkat dengan cepat.
"Karena siklus reproduksinya sangat singkat, jumlah parasit dalam darah dapat meningkat dengan sangat cepat dan memicu kondisi berat atau fatal dalam waktu singkat jika terlambat ditangani," kata Evi.
Oleh sebab itu, penanganan secara cepat menjadi penting ketika seseorang diketahui terinfeksi Malaria Knowlesi untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.
Pekerja Tambang Diminta Rutin Skrining
Untuk mencegah kasus semakin meluas, Dinkes Aceh Barat mengimbau seluruh pekerja tambang agar bersedia menjalani skrining darah secara berkala.
Skrining diperlukan untuk mendeteksi keberadaan Plasmodium sejak dini, termasuk pada orang yang belum mengalami gejala. Langkah ini penting karena seseorang yang membawa parasit berpotensi menjadi carrier dan berperan dalam penularan melalui gigitan nyamuk vektor.