Liputan6.com, Jakarta - Stadium awal kanker paru umumnya tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit yang khas. Kondisi ini terjadi karena organ paru-paru memiliki sedikit reseptor rasa nyeri, sehingga benjolan kecil di dalam paru belum tentu menimbulkan keluhan yang terasa. Akibatnya, sebagian pasien di Indonesia baru mengetahui kondisinya setelah kanker memasuki stadium lanjut.
“Nah itu biasanya gejala awal itu tidak ada, sehingga pasien itu ditemukan waktu pasien MCU,” ujar dokter spesialis paru subspesialis onkologi toraks, Linda Masniari.
Padahal, tingkat keberhasilan pengobatan dan angka harapan hidup atau survival rate pasien kanker paru sangat bergantung pada stadium saat penyakit tersebut pertama kali ditemukan.
Advertisement
Perbedaan stadium saat diagnosis ditegakkan membawa dampak yang drastis terhadap peluang kesembuhan pasien. Linda memaparkan ketimpangan angka harapan hidup dalam lima tahun (5-year survival rate) yang sangat mencolok antara stadium awal dan stadium akhir.
Jika kanker paru berhasil terdeteksi stadium 1A, tingkat keberlangsungan hidup pasien dalam 5 tahun mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 92 persen. Sebaliknya, jika baru terdiagnosis pada stadium 4, peluang tersebut merosot hingga nyaris tidak ada.
"Karena kanker paru biasanya ditemukan stadium lanjut. Biasanya kalau sudah stadium 4 itu kemungkinan 5 tahun masa tahan hidupnya kurang dari 1 persen. Sementara kalau dia masih stadium 1A, itu masa tahan hidupnya hampir 92 persen. Jadi jauh banget," ungkap Linda dalam acara MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Di samping itu, proses perubahan dari sel sehat menjadi kanker paru memerlukan rentang waktu yang cukup panjang, yakni sekitar 5 hingga 10 tahun.
Rentang waktu yang panjang ini sebetulnya memberikan kesempatan emas untuk melakukan deteksi dini sebelum penyakit menyebar luas.
Skrining Kanker Paru
Berbeda dengan negara-negara luar yang umumnya memulai skrining kanker paru pada usia 50 tahun, Indonesia mendorong pemeriksaan lebih awal.
Menurut Linda, hal ini disebabkan oleh rerata usia pasien kanker paru di Indonesia yang cenderung lebih muda, yaitu berada di kisaran usia 52 tahun.
Screening ditujukan untuk individu yang belum memiliki gejala, namun masuk ke dalam kelompok berisiko tinggi.
- Usia di atas 40 tahun.
- Memiliki riwayat merokok.
- Memiliki riwayat keluarga pengidap kanker.
- Memiliki riwayat penyakit paru kronis seperti bekas tuberkulosis (TB) atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Teknologi Low-Dose CT Scan (LDCT)
Untuk kelompok berisiko sedang hingga berat, pemeriksaan rontgen dada biasa sering kali kurang sensitif untuk menangkap benjolan atau nodul berukuran kecil di bawah 2 cm.
Oleh karena itu, modalitas teknologi Low-Dose CT Scan (LDCT) menjadi standar utama dalam proses skrining.
Selain itu, penggunaan teknologi LDCT dinilai secara klinis mampu meminimalkan angka kematian akibat kanker paru secara signifikan karena dapat mendeteksi nodul sebelum berkembang menjadi tumor besar.
"Tapi kalau (risiko) sedang, biasanya kita sudah konsul ke dokter paru, kemudian kita low-dose CT scan, itu dapat menurunkan risiko kematian 20 persen pada pasien kanker paru," jelas Linda.
Melakukan self-screening dan memeriksakan kesehatan paru secara berkala bukanlah bentuk ketakutan berlebihan, melainkan langkah rasional untuk menyelamatkan jiwa.
Mengubah diagnosis dari stadium akhir ke stadium awal adalah kunci utama untuk mempertahankan kualitas dan harapan hidup pasien kanker paru di Indonesia.
“Itulah PR kami di rumah sakit, untuk terus mengingatkan kepada publik seberapa penting melakukan skrining paru,” pungkas Linda.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338745/original/090258200_1788339990-cek_fakta_-_mahfud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3230666/original/054667000_1599459934-cancer-patient-resting_256588-1326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338866/original/020309300_1788345219-ChatGPT_Image_Sep_2__2026__05_31_50_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5030065/original/074732100_1732950202-ciri-ciri-stroke-pada-wajah.jpg)