Liputan6.com, Jakarta - Stroke selama dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Faktanya, kondisi tersebut juga dapat terjadi pada orang yang masih muda, bahkan pada rentang 25 - 30 tahun.
Prof Dr dr Syahrul SpS (K) mengatakan stroke pada usia muda dapat dipengaruhi sejumlah faktor risiko. Salah satu faktor risiko stroke pada usia muda yakni riwayat penggunaan narkoba.
"Kalau faktor stroke yang sudah dikenal lama kan hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan perokok. Nah ternyata sekarang bergeser, kenapa orang muda ini stroke juga? Ternyata yang paling banyak karena penggunaan obat-obat yang terlarang, drug abuse itu ya," tutur Prof Syahrul.
Advertisement
Selain itu, kebiasaan merokok sejak usia muda, penyakit jantung, gangguan darah, obesitas, hingga kurang aktivitas fisik bisa menyebabkan stroke di usia muda.
Terkait gangguan darah, Prof Syahrul menyebut soal kadar hemoglobin (Hb) yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aliran darah dan pada keadaan tertentu meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah otak.
“Kalau di bawah 10 cek lagi nih. Cek bentuk selnya, morfologinya,” saran dokter yang sehari-hari praktik di RS PON Jakarta.
Stroke Usia Muda, Pengaruhi Mental
Stroke pada usia muda perlu menjadi perhatian karena kelompok tersebut berada pada usia produktif. Stroke yang terjadi pada usia muda tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.
"Umur 25-30 itu sedang produktif ya, kalau stroke di usia-usia itu maka gangguan psikologinya lebih berat," tutur Syahrul yang juga menjadi speaker dalam The 1st International King's - EMC Neuroscience Masterclass and Symposium, Sabtu (22/8/2026), di Jakarta.
"Orang muda kena stroke jadi tidak produktif, jadi di rumah saja. Sementara, kalau sudah tua kan sudah engggak (tidak seproduktif usia muda)," tuturnya.
Gejala Stroke: Muncul Tiba-Tiba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338388/original/095238100_1788327357-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_12.33.31_PM.jpeg)
Anggapan bahwa stroke hanya dialami orang lanjut usia dapat membuat anak muda mengabaikan gejala yang sebenarnya membutuhkan penanganan segera.
Prof Syahrul mengingatkan masyarakat perlu mengenali gejala stroke. Kata kunci untuk gejala stroke adalah muncul secara tiba-tiba.
Keluhan yang paling sering adalah kelemahan pada salah satu sisi tubuh, tetapi gejala lain juga dapat berupa kesemutan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, mulut mencong, gangguan penglihatan, hingga kehilangan koordinasi.
“Yang paling penting pertama tiba-tiba. Tiba-tiba lemah sebelah badan, tiba-tiba kesemutan sebelah badan, tiba-tiba enggak bisa ngomong, tiba-tiba mulut merot,” katanya.
Jika gejala tersebut muncul, pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit. Kecepatan penanganan sangat menentukan hasil terapi, terutama pada stroke akibat sumbatan pembuluh darah atau stroke iskemik.
Advertisement
Jangan Tunda Penanganan Stroke
Prof Syahrul menjelaskan stroke iskemik memiliki jendela terapi sekitar 4,5 jam untuk pemberian obat penghancur bekuan darah atau trombolisis pada pasien yang memenuhi syarat. Pada kondisi tertentu dengan sumbatan pembuluh darah yang besar, pasien juga dapat menjalani tindakan trombektomi untuk mengambil bekuan tersebut.
“Jendela terapi untuk stroke penyumbatan atau stroke iskemik kan 4,5 jam. Jadi kalau stroke iskemik datang kan nyumbat. Lebih dari 4,5 jam ujung dari penyumbatan itu sudah mati jaringannya,” jelasnya.
Semakin lama jaringan otak mengalami kekurangan aliran darah, semakin besar risiko kerusakan yang menetap. Dampaknya dapat berupa kelemahan tubuh, gangguan bicara, gangguan memori, gangguan penglihatan, hingga kesulitan menelan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338387/original/080918400_1788327357-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_12.33.02_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4142369/original/038986000_1661944854-harry-cao-vqlWFI_LYEo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3509143/original/008247200_1626159406-jeshoots-com-PpYOQgsZDM4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2357417/original/074625300_1536758847-2_hannah_olinger.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478851/original/077779500_1768952518-Untitled_design__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5115197/original/080520500_1738292898-2fb9c2f3-294b-49f7-aeed-c3693e95252c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292648/original/034116000_1783640945-menkes.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288532/original/068319600_1783324732-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287987/original/053370200_1783260507-1200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8466411/original/038464000_1782367809-Budi_Gunadi_Sadikin__5_.jpg)