Kolom Pakar: Jarak Waktu Muncul Gejala Keracunan

Gejala keracunan makanan tak selalu muncul segera. Kenali jarak waktu berdasarkan penyebabnya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 03 September 2026, 13:16 WIB
Keracunan makanan tidak selalu menimbulkan gejala sesaat setelah makanan dikonsumsi. Jarak waktu munculnya gejala dapat berbeda, bergantung pada mikroorganisme penyebabnya.

Liputan6.com, Jakarta - Media massa memberitakan tentang ratusan santri pondok pesantren dan sejumlah sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 1 September 2026 kemarin.

Ada yang mempertanyakan bahwa gejala baru mulai timbul di siang sore hari. Memang ada jeda waktu tertentu antara konsumsi makanan dengan mulai munculnya gejala keracunan.

Laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tentang keracunan makanan menuliskan variasi waktu gejala mulai timbul dari berbagai mikroorganisme penyebab keracunan makanan. Data ilmiah mereka menunjukkan awal gejala timbul sebagai berikut:

  • Staphylococcus aureus: 30 menit–8 jam
  • Vibrio: dalam 24 jam
  • Clostridium perfringens: 6–24 jam
  • Salmonella: 6 jam–6 hari
  • Norovirus: 12–48 jam
  • Clostridium botulinum: 18–36 jam
  • Campylobacter: 2–5 hari

Semoga kejadian seperti ini dapat ditekan di waktu mendatang, karena nampaknya masih terjadi di berbagai daerah.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya