Liputan6.com, Jakarta - Media massa memberitakan tentang ratusan santri pondok pesantren dan sejumlah sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 1 September 2026 kemarin.
Ada yang mempertanyakan bahwa gejala baru mulai timbul di siang sore hari. Memang ada jeda waktu tertentu antara konsumsi makanan dengan mulai munculnya gejala keracunan.
Advertisement
Laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tentang keracunan makanan menuliskan variasi waktu gejala mulai timbul dari berbagai mikroorganisme penyebab keracunan makanan. Data ilmiah mereka menunjukkan awal gejala timbul sebagai berikut:
- Staphylococcus aureus: 30 menit–8 jam
- Vibrio: dalam 24 jam
- Clostridium perfringens: 6–24 jam
- Salmonella: 6 jam–6 hari
- Norovirus: 12–48 jam
- Clostridium botulinum: 18–36 jam
- Campylobacter: 2–5 hari
Semoga kejadian seperti ini dapat ditekan di waktu mendatang, karena nampaknya masih terjadi di berbagai daerah.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University