Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) mengungkapkan bahwa pengguna termuda Healing119, kanal konsultasi kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berumur sekitar 8 s.d 10 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan dukungan kesehatan jiwa juga mulai menyentuh kelompok usia anak.
Ketua 2 Bidang Kemitraan dan Komunikasi Pengurus Pusat IPKI, Annelia Sari Sani, mengatakan, dari sekitar 500–600 kontak yang diterima Healing119 dalam satu shift, terdapat anak yang benar-benar membutuhkan konsultasi.
Advertisement
"Jadi ada yang memang konsul beneran akhirnya. Terutama kesepian. Biasanya itu saat ditanya, ‘Kamu ada sama siapa?’ ‘Enggak ada.’ Dia sendirian," kata Annelia dalam temu media dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri yang digelar Kemenkes pada Rabu, 9 September 2026.
Menurut Annelia, persoalan kesepian paling banyak terlihat pada kelompok remaja awal, khususnya usia 12–14 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kesepian dapat berkaitan dengan berbagai persoalan kesehatan jiwa yang dialami anak dan remaja.
Anak Muda Semakin Rentan Self-Harm
Research Fellow Harvard Medical School, Sandersan Onie, mengatakan, secara global terdapat tren peningkatan kasus melukai diri sendiri atau self-harm pada kelompok usia muda, terutama perempuan muda.
"Ini menjadi salah satu area yang kita sangat prioritaskan. Kita perlu hati-hati juga. Kenapa anak semakin muda melakukan episode pertama self-harm-nya? Dan kenapa konsentrasi kepada anak-anak perempuan yang muda? Itu salah satu hal yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia," ujar Onie dikutip dari Antara.
Menurutnya, upaya mencegah bunuh diri di Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada individu. Faktor keluarga juga perlu menjadi perhatian, terutama karena Indonesia merupakan negara dengan karakter masyarakat yang komunal.
"Terutama di negara yang komunal seperti Indonesia," katanya.
Masalah Keluarga Jadi Faktor Utama
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan, masalah keluarga menjadi faktor penyebab bunuh diri tertinggi di Indonesia.
Faktor tersebut kemudian diikuti oleh perundungan atau bullying dan masalah ekonomi.
Di sisi lain, Kemenkes mencatat Healing119 menerima sekitar 500–600 kontak setiap hari, baik melalui telepon maupun WhatsApp. Jumlah tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kanal bantuan ketika menghadapi krisis kesehatan jiwa.
Peningkatan jumlah pengguna Healing119 dinilai sebagai perkembangan positif karena menunjukkan masyarakat mulai mengetahui dan memanfaatkan layanan dukungan yang tersedia.
Namun, tingginya jumlah kontak sekaligus menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap dukungan psikologis masih besar, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam situasi krisis.