Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan ilmu kedokteran jiwa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa gangguan kecemasan tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah psikologis sederhana. Berbagai faktor biologis, sosial, budaya, hingga perkembangan teknologi digital kini ikut berperan dalam membentuk dan memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Perspektif tersebut menjadi salah satu benang merah dalam Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Seksi Ansietas yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara 11–14 Juni 2026. Mengusung tema "Frontiers of Emotion: Rethinking Anxiety and Mood Disorders in the New Era of Psychiatry", kegiatan ini mempertemukan ratusan tenaga kesehatan jiwa dari berbagai wilayah Indonesia untuk membahas perkembangan terbaru dalam diagnosis dan tata laksana gangguan kecemasan maupun gangguan suasana perasaan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. dr. Elmeida Effendy, M.Ked., Sp.KJ(K), mengatakan bahwa dunia psikiatri saat ini menghadapi tantangan baru yang membutuhkan cara pandang yang lebih luas. Menurutnya, kemajuan penelitian di bidang neurobiologi, psikofarmakologi, psikoterapi, dan teknologi kesehatan mental telah menghasilkan banyak terobosan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Advertisement
"Perkembangan ilmu yang begitu cepat perlu diikuti dengan kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam praktik klinis sehari-hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas beragam isu kesehatan mental kontemporer. Topik yang diangkat mulai dari kecemasan pada anak dan remaja di era digital, kesehatan mental lansia, dampak trauma pascabencana, hubungan antara budaya dan kesehatan jiwa, hingga pemanfaatan teknologi virtual reality sebagai salah satu inovasi terapi di masa depan.
Pasien Gangguan Kecemasan Datang dengan Keluhan Fisik
Di sela-sela kegiatan, Ketua Seksi Ansietas PDSKJI, Prof. Dr. dr. Mustafa M. Amin, M.Ked., M.Sc., Sp.KJ(K), menyoroti fenomena yang masih sering ditemukan dalam praktik klinis, yakni pasien gangguan kecemasan yang datang dengan keluhan fisik.
Menurutnya, tidak sedikit pasien yang awalnya mencari pertolongan medis karena mengalami jantung berdebar, sesak napas, nyeri dada, gangguan lambung, sulit tidur, atau keluhan fisik lain yang berulang. Setelah melalui berbagai pemeriksaan, sebagian di antaranya ternyata memiliki gangguan kecemasan yang belum teridentifikasi.
"Kecemasan sering kali tidak tampil dalam bentuk rasa takut atau khawatir yang jelas. Banyak pasien datang dengan gejala tubuh yang nyata sehingga diperlukan kewaspadaan klinis untuk mengenalinya," kata Prof. Mustafa kepada penulis.
Ia menjelaskan bahwa penanganan gangguan kecemasan idealnya dilakukan secara komprehensif. Selain terapi psikologis dan edukasi kepada pasien, terapi medis pada kondisi tertentu juga dapat menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Namun, setiap intervensi harus mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien serta dilakukan berdasarkan bukti ilmiah yang kuat.
Lebih lanjut, Prof. Mustafa menilai bahwa keberhasilan terapi kesehatan jiwa tidak semata-mata diukur dari berkurangnya gejala. Yang lebih penting adalah bagaimana pasien dapat kembali menjalankan fungsi sosial, pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan keluarganya secara optimal.
Pertemuan ilmiah ini juga menunjukkan semakin besarnya perhatian komunitas psikiatri Indonesia terhadap pendekatan kesehatan mental yang bersifat multidisiplin. Kecemasan dipahami bukan hanya sebagai persoalan biologis, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan sosial, pengalaman hidup, budaya, dan perubahan zaman yang terus berlangsung.
Melalui forum seperti ini, para profesional kesehatan jiwa diharapkan dapat terus memperbarui pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental di Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jiwa, upaya tersebut menjadi semakin relevan untuk menjawab kebutuhan pelayanan yang terus berkembang.
Â
Â
** Penulis adalah dokter spesialis kedokteran jiwa yang berfokus pada penanganan gangguan kecemasan dan psikosomatik
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249187/original/085359700_1749630481-PejalanKaki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/figure_images/113/original/006478500_1777957776-Dr._Andri__Sp.KJ__FAPM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257931/original/057849300_1781263531-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_6.00.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486648/original/059762700_1769593563-gangguan_kecemasan_anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804407/original/067852600_1713354243-20240417-Kenaikan_Pasien_DBD-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257869/original/031410200_1781260211-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_5.25.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257649/original/003989200_1781250385-isyana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257304/original/045524200_1781235610-penyakit_langka.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257223/original/099863100_1781232068-less_sugar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257001/original/012837800_1781182038-Medical_and_Scientific_Affairs_Director_Sarihusada__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257032/original/078891900_1781186469-golongan_darah_o.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240344/original/078455400_1748917311-0bdb3a0b-9be0-42a7-8f03-31c6c44ac91f.jpg)