Liputan6.com, Jakarta - Ada beberapa anak memiliki kebiasaan mengisap jempol. Ternyata kebiasaan ini dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi.
“Terutama mengisap jempol ya. Itu biasanya membuat rahang, langit-langit anak menjadi dalam. Dan, juga giginya susunannya jadi ke depan, karena isapan jempol itu memberikan force yang terus-menerus terhadap gigi depan,” jelas dokter gigi Melisa Delania SpPros ditemui di Satu Dental Kemang Jakarta pada Selasa (15/9/2026).
Advertisement
Apabila perubahan bentuk gigi sudah terjadi akibat kebiasaan tersebut, kondisi dapat ditangani dengan perawatan ortodonti.
“Kalau sudah terlanjur biasanya dilakukan perawatan ortodonti atau perawatan untuk meratakan gigi, bisa dengan behel atau dengan clear aligner,” katanya.
Menurut Dela, perawatan menggunakan behel maupun clear aligner dapat dilakukan pada anak dengan kondisi dan indikasi yang sesuai.
Selain mengisap jempol, kebiasaan yang juga bisa terjadi pada anak adalah makan es batu. Terkait ini, Dela mengingatkan bahwa kebiasaan makan es batu atau sesuatu yang keras bisa menyebabkan gigi pecah.
"Risiko gigi pecah karena makan es batu bisa. Jadi, sebaiknya jangan suka menggigit es batu atau makanan yang terlalu keras ya," tutur Dela.
Ajak Masyarakat Jaga Gigi Sejak Usia Anak-Anak
Dalam momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026, Dela mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memeriksakan kesehatan gigi. Pemeriksaan gigi dimulai sejak usia anak-anak.
Wanita yang juga VP Medical Affairs Satu Dental Group itu mengatakan masyarakat untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksakan kondisi gigi dan mulut. Deteksi dini, pembersihan karang gigi secara berkala, serta pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan masalah gigi sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Bila masalah ditemukan dini maka lebih mudah penanganannya. Kalau terlambat, biasanya penanganan jauh lebih sulit," katanya.
Selain rutin memeriksa gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, Dela juga mengingatkan anak-anak hingga orang tua untuk melakukan kebiasaan baik di rumah diantaranya:
- Sikat gigi dua kali sehari. Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan, bukan hanya bagian depan yang terlihat.
- Bersihkan sela gigi. Setelah menyikat gigi, pembersihan bisa dilanjutkan menggunakan dental floss atau water flosser untuk membantu membersihkan area yang sulit dijangkau.
- Hindari terlalu sering ngemil. Frekuensi makan yang terlalu sering membuat pH di dalam mulut lebih sering turun sehingga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
- Perbanyak makan makanan berserat. Konsumsi sayur dan buah dapat membantu mengurangi sisa makanan di permukaan gigi.