Liputan6.com, Jakarta - Paparan cahaya lampu pada malam hari dikaitkan dengan perubahan pada struktur dan fungsi jantung. Temuan ini berasal dari studi berskala besar yang dipublikasikan di European Heart Journal dan menyoroti risiko kesehatan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Penelitian yang dipimpin Profesor Lu Qi dari Tulane University, New Orleans, Amerika Serikat, menganalisis data 11.071 peserta UK Biobank. Para peserta mengenakan sensor cahaya di pergelangan tangan selama tujuh hari berturut-turut untuk merekam tingkat paparan cahaya pada malam hari.
Tiga tahun setelah pemantauan tersebut, peserta menjalani pemindaian cardiac MRI untuk menilai struktur fisik jantung dan efisiensi pemompaan darah. Peneliti kemudian membandingkan peserta yang terpapar cahaya malam lebih dari 3 lux dengan mereka yang tidur dalam kondisi hampir gelap.
Advertisement
"Studi observasional sebelumnya memang sudah menghubungkan paparan cahaya malam dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, belum banyak yang tahu bagaimana dampak spesifiknya terhadap perubahan struktur dan fungsi jantung," ujar Qi, dikutip dari Science Daily, Senin (14/9/2026).
Hasil pemindaian menunjukkan adanya penebalan dinding ventrikel kiri, salah satu dari empat ruang utama jantung, pada peserta yang mendapat paparan cahaya malam lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat rongga ventrikel menjadi lebih sempit.
Peneliti juga menemukan bahwa otot jantung kehilangan fleksibilitas normal saat berdenyut. Kondisi ini menjadi sinyal awal menurunnya kemampuan jantung dalam memompa darah. Perubahan serupa juga ditemukan pada ventrikel kanan dan atrium kiri.
"Ini merupakan studi pertama yang membuktikan bahwa paparan cahaya malam tingkat tinggi berkaitan langsung dengan cardiac remodeling," kata Qi dikutip dari Kanal Tekno Liputan6.com pada Selasa, 15 September 2026.
Cardiac remodeling merupakan perubahan struktur dan fungsi jantung sebagai respons terhadap stres kronis atau cedera. Meski pada awalnya merupakan mekanisme adaptasi, proses ini dapat melemahkan jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung.
"Polusi cahaya kini resmi menjadi faktor risiko baru bagi penyakit kardiovaskular. Temuan kami menyarankan agar pengurangan paparan cahaya malam hari dipertimbangkan oleh dokter maupun pembuat kebijakan sebagai salah satu strategi pencegahan penyakit jantung," tegasnya.
Dokter Diminta Memperhatikan Kondisi Kamar Tidur
Editorial pendamping yang ditulis Profesor Thomas Münzel dari University Medical Center Mainz, Jerman, meminta tenaga medis memberi perhatian lebih serius terhadap kualitas lingkungan tidur pasien, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan jantung.
Dokter didorong untuk menanyakan seberapa gelap kamar tidur pasien, apakah mereka bekerja shift malam, serta seberapa sering menggunakan layar elektronik setelah matahari terbenam.
Bagi individu, upaya mengurangi paparan cahaya malam dinilai relatif mudah dan hemat biaya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menggunakan tirai kedap cahaya (blackout curtains), memilih lampu tidur dengan spektrum hangat, serta menutup lampu indikator LED kecil pada perangkat elektronik di kamar.
Polusi Cahaya Juga Perlu Diperhatikan
Dari sisi kesehatan publik, polusi cahaya termasuk bahaya lingkungan yang relatif mudah dan murah untuk diintervensi pemerintah kota.
Beberapa pilihan yang disarankan antara lain memasang lampu jalan berpenutup, menggunakan bohlam dengan spektrum hangat, serta menerapkan sistem peredupan otomatis. Selain mengurangi paparan cahaya pada malam hari, langkah tersebut juga dapat membantu menghemat energi dan lebih ramah lingkungan.
Editorial tersebut mengaitkan masalah polusi cahaya dengan temuan medis pada tubuh manusia, yaitu jantung yang menjadi lebih kaku, lemah, dan kurang efisien. Hubungan biologis yang ditemukan menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan cahaya pada malam hari, semakin buruk dampaknya terhadap jantung.
Oleh sebab itu, kondisi gelap saat tidur dinilai layak mendapat perhatian sebagai salah satu indikator kesehatan kardiovaskular, sama pentingnya dengan menjaga tekanan darah dan menghirup udara yang bersih.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274994/original/087837900_1672212290-Ma_ruf1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489908/original/070071700_1769946135-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-01T182051.705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260255/original/062425500_1750565237-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334679/original/028942900_1787892595-greg-pappas-rUc9hVE-L-E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325107/original/009275100_1786807271-20260815_221342.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313273/original/060079200_1785602560-IMG-20260801-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631490/original/080892300_1778229973-IMG_4265.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872520/original/093926300_1564965698-20190804-Ketika-Malam-Tanpa-Listrik-di-Ibu-Kota-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1128803/original/021957700_1454327826-20160201-PENURUNAN-TARIF-LISTRIK-FRS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335452/original/023675900_1787985545-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348181/original/084720100_1789386575-20260911_150317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347927/original/015947700_1789375694-michael-demoya-qAbjT67XK1Q-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317684/original/085257100_1786058085-Ilustrasi_Makanan_atau_Diet_oleh_Aditya_Eka_Prawira__2_.jpeg)