Salah Urutan Pengobatan Kanker Bisa Memengaruhi Pilihan Terapi Berikutnya

Setelah diagnosis kanker, menentukan terapi dan urutannya penting agar pengobatan tepat sejak awal.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 18 September 2026, 17:11 WIB
Ahli Onkologi Radiasi, Asian Alliance Radiation & Oncology, Dr. Jonathan Teh, menekankan pentingnya komunikasi lintas spesialisasi dalam merencanakan terapi kanker, termasuk menentukan bagaimana radiasi diintegrasikan dengan pengobatan lain sesuai kondisi pasien. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Diagnosis kanker sering kali membuat pasien dan keluarga ingin segera mengambil tindakan. Operasi, kemoterapi, radiasi, hingga terapi bertarget mungkin langsung terlintas sebagai pilihan. Namun, dalam pengobatan kanker, bergerak cepat tidak selalu berarti harus terburu-buru.

Yang tak kalah penting adalah memastikan pengobatan kanker diberikan pada waktu dan dalam urutan yang tepat. Sebab, keputusan mengenai terapi pertama dapat memengaruhi strategi pengobatan berikutnya.

Ahli Onkologi Radiasi, Asian Alliance Radiation & Oncology, Dr. Jonathan Teh, mengatakan terapi radiasi saat ini semakin dipersonalisasi.

Keputusan pemberiannya harus mempertimbangkan kondisi tumor dan bagaimana terapi tersebut akan dipadukan dengan pengobatan lainnya.

"Terapi radiasi saat ini sangat dipersonalisasi. Kami mempertimbangkan lokasi dan ukuran tumor, organ sehat di sekitarnya, tujuan pengobatan, dan bagaimana radiasi harus diintegrasikan dengan pengobatan lainnya," kata Jonathan.

"Itulah mengapa komunikasi lintas spesialisasi sangat penting ketika merencanakan pengobatan untuk setiap pasien," tambahnya

Jangan Terburu-Buru Memulai Pengobatan Kanker

Diagnosis kanker memang sering membuat pasien ingin segera menjalani pengobatan. Namun, cepat bukan berarti terburu-buru.

Sebagian besar kanker berkembang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, bukan muncul dalam semalam.

Pada banyak jenis kanker, meluangkan waktu singkat untuk menyelesaikan pemeriksaan, mendapatkan masukan dari dokter spesialis, dan menyusun rencana terapi secara menyeluruh kemungkinan kecil mengubah stadium kanker.

Meski demikian, kondisi setiap pasien berbeda. Beberapa kanker yang agresif memang membutuhkan penanganan lebih mendesak. Karena itu, rentang waktu yang tepat untuk memulai terapi harus ditentukan oleh dokter yang menangani.

Yang terpenting, jangan sampai keinginan untuk segera memulai pengobatan justru membuat keputusan diambil sebelum seluruh informasi penting tersedia.

Urutan Terapi Kanker Bisa Berbeda pada Setiap Pasien

Dalam penanganan kanker, tindakan pertama dapat memengaruhi strategi pengobatan secara keseluruhan, termasuk pilihan terapi yang mungkin dilakukan kemudian.

Pada satu pasien, operasi bisa menjadi langkah pertama, kemudian dilanjutkan dengan terapi sistemik. Namun, pada pasien lain, pemberian obat sebelum operasi dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Dalam kondisi berbeda, kata Jonathan, terapi radiasi dapat menjadi bagian utama pengobatan atau dipadukan dengan metode lainnya.

Semakin berkembangnya dunia medis membuat fokus pengobatan tidak lagi semata-mata mencari terapi terbaru.

Yang lebih penting adalah menentukan terapi atau kombinasi terapi yang tepat, sekaligus memastikan urutannya sesuai dengan kondisi pasien.

 

Satu Pasien Membutuhkan Berbagai Perspektif

Ahli Onkologi Radiasi, Asian Alliance Radiation & Oncology, Dr. Jonathan Teh, menekankan pentingnya komunikasi lintas spesialisasi dalam merencanakan terapi kanker, termasuk menentukan bagaimana radiasi diintegrasikan dengan pengobatan lain sesuai kondisi pasien. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Untuk kasus kanker yang kompleks, pengambilan keputusan dapat melibatkan dokter dari berbagai disiplin. Melalui Tumour Board atau Dewan Tumor Multidisiplin, hasil pemeriksaan dan berbagai pilihan terapi dapat dibahas secara bersama-sama.

Pendekatan ini menjadi penting ketika operasi, terapi sistemik, dan radiasi harus direncanakan sebagai satu rangkaian. Komunikasi antarspesialis membantu memastikan setiap terapi ditempatkan pada waktu dan urutan yang sesuai.

Dalam materi OncoCare Cancer Centre Singapore, koordinasi antara terapi sistemik dan radiasi juga menjadi bagian dari pendekatan multidisiplin, sehingga pasien tidak harus mengatur sendiri berbagai jadwal dokter dan fasilitas kesehatan.

 

Pasien dan Keluarga Bisa Meminta Second Opinion

Ahli Onkologi Radiasi, Asian Alliance Radiation & Oncology, Dr. Jonathan Teh, menekankan pentingnya komunikasi lintas spesialisasi dalam merencanakan terapi kanker, termasuk menentukan bagaimana radiasi diintegrasikan dengan pengobatan lain sesuai kondisi pasien. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Menurut Jonathan, pasien dan keluarga juga dapat berperan aktif dalam memahami rencana pengobatan.

Beberapa hal yang bisa ditanyakan antara lain pengalaman dokter dalam menangani jenis kanker tersebut, apakah kasus telah ditinjau oleh lebih dari satu disiplin medis, pemeriksaan apa saja yang diperlukan, serta apa rencana jika terapi pertama tidak memberikan respons sesuai harapan.

Jika pilihan pengobatan yang ditawarkan terasa sangat berbeda, pasien juga dapat mencari second opinion. "Agar dokter kedua dapat memberikan penilaian berdasarkan informasi yang sama, bawalah rekam medis lengkap, termasuk hasil pemindaian, patologi, dan laporan laboratorium," katanya.

Konsultan Senior Onkologi Medis, OncoCare Cancer Centre Singapura, Dr. Kevin Tay, mengatakan keputusan pengobatan sejak awal perlu dibuat dengan informasi yang lengkap.

"Apa yang sesungguhnya dibeli oleh pasien adalah ketenangan pikiran, sebuah kepastian bahwa rencana pengobatannya sudah tepat sasaran sejak hari pertama," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya