7 Tips Pilih Ikan Kakap, Termasuk Beli Ukuran Kecil

Lebih hati-hati bila membeli ikan kakap berukuran sangat besar dapat mengakumulasi lebih banyak toksin.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 21 September 2026, 12:40 WIB
Ilustrasi ikan kakap merah. (Photo by scottgardner on Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu terakhir ramai soal ikan kakap yang disebut-sebut mengandung racun. Terkait ini, masyarakat tak perlu terlalu khawatir karena pada umumnya ikan kakap aman dikonsumsi.

“Ikan kakap pada umumnya aman dikonsumsi. Risiko muncul pada kondisi tertentu, terutama terkait jenis dan ukuran ikan, habitat, lokasi penangkapan, serta cara penanganannya,” kata dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University, Profesor Joko Santoso. 

Prof Joko mengatakan salah risiko yang perlu diperhatikan adalah ciguatera yakni keracunan akibat ciguatoksin. 

Ciguatoksin berasal dari rantai makanan laut, termasuk mikroalga atau ganggang laut kecil seperti Gambierdiscus, yang menghasilkan toksin. Racun kemudian dapat terakumulasi pada ikan yang memakan organisme laut terkontaminasi.

Risiko ini tidak sama pada semua ikan kakap. Beberapa jenis kakap, terutama ikan karang berukuran besar dan bersifat predator, dapat mengandung toksin tersebut.

Bagi Anda yang ingin lebih aman memilih ikan kakap berikut hal yang perlu diperhatikan seperti disampaikan Prof Joko:

  1. Pilih ikan dari sumber yang jelas seperti nelayan, pasar, atau penjual yang mengetahui asal tangkapan.
  2. Tanyakan lokasi penangkapan ikan. Hindari kakap yang berasal dari wilayah yang diketahui sedang memiliki kasus ciguatera atau mendapat peringatan resmi.
  3. Lebih berhati-hati terhadap kakap berukuran sangat besar, terutama kakap predator yang berasal dari ekosistem terumbu karang.
  4. Pilih ikan berukuran lebih kecil bila tersedia, karena ikan yang besar dan tua dapat mengakumulasi lebih banyak toksin.
  5. Jangan mengandalkan kesegaran ikan untuk mendeteksi ciguatoksin. Ikan yang terlihat segar tetap dapat mengandung toksin.
  6. Untuk mengurangi risiko keracunan akibat bakteri, pilih ikan yang matanya jernih, insangnya tidak berlendir atau berbau menyengat, dagingnya kenyal, dan disimpan dalam kondisi dingin.
  7. Masak ikan hingga matang untuk mengurangi risiko mikroorganisme. Namun, memasak tidak menghancurkan ciguatoksin.

“Yang paling penting, jika suatu daerah memiliki peringatan resmi mengenai ciguatera, sebaiknya jangan mengonsumsi ikan karang predator dari daerah tersebut meskipun ikannya tampak sehat,” pesan Prof Joko.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya