Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa sudah rajin mandi dan membersihkan kulit, tapi siku dan lutut tetap terlihat lebih gelap? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai tanda kulit kotor.
Siku dan lutut memang termasuk bagian tubuh yang lebih mudah menggelap. Mengutip laman The Element, Senin (21/9/2026), pigmentasi pada area tersebut dapat terjadi akibat gesekan yang berlangsung berulang. Kondisi ini kemudian dapat mendorong produksi melanin lebih banyak sehingga warna kulit semakin gelap.
Advertisement
Namun, bukan hanya gesekan yang menjadi penyebabnya. Struktur kulit, kondisi kulit yang kering, hingga paparan sinar matahari juga dapat membuat siku dan lutut terlihat lebih gelap.
Kenapa Siku dan Lutut Gampang Menghitam?
1. Sering bergesekan
Siku dan lutut merupakan bagian tubuh yang cukup sering menerima tekanan dan gesekan. Kebiasaan menyandarkan siku, berlutut, atau penggunaan pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi ringan secara berulang.
Iritasi tersebut dapat memicu hiperpigmentasi pascainflamasi. Saat mengalami iritasi, sel penghasil pigmen dapat meningkatkan produksi melanin sehingga kulit menjadi lebih gelap. Kulit juga bisa menebal sebagai mekanisme perlindungan.
2. Kulitnya lebih tebal dan mudah kering
Jangan heran jika siku dan lutut terasa lebih kasar dibandingkan bagian tubuh lain. Kulit di area persendian memang secara alami lebih tebal dan memiliki banyak lipatan karena harus mengikuti pergerakan sendi.
Di sisi lain, siku dan lutut hanya memiliki sedikit kelenjar minyak. Akibatnya, area tersebut lebih mudah kehilangan kelembapan.
Kulit yang tebal, kering, dan kasar pun dapat membuat warna siku dan lutut tampak semakin gelap.
3. Sering terpapar sinar matahari
Siku dan lutut yang tidak tertutup pakaian juga dapat terpapar sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang.
Paparan UV dapat meningkatkan produksi melanin. Akibatnya, pigmentasi yang sudah dipicu oleh gesekan bisa menjadi semakin terlihat.
Jangan Cuma Digosok Kalau Kulit Menghitam dan Menebal
Ada kondisi lain yang perlu diperhatikan ketika kulit menggelap.
Jika bercak gelap disertai kulit yang menebal dan terasa seperti beludru, terutama pada siku, lutut, leher, atau ketiak, kondisi tersebut dapat menjadi tanda acanthosis nigricans.
Acanthosis nigricans dapat berkaitan dengan resistensi insulin. Karena itu, perubahan warna kulit yang muncul dengan cepat, semakin tebal, atau memiliki tekstur seperti beludru sebaiknya tidak hanya diatasi dengan lulur maupun produk pencerah.
Pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab perubahan kulit tersebut.
Bagaimana Cara Mengatasi Siku dan Lutut Gelap?
Untuk membantu memperbaiki kondisi kulit, lakukan eksfoliasi secara lembut dua hingga tiga kali seminggu. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena justru dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk pigmentasi.
Penggunaan bahan aktif yang membantu mengatasi pigmentasi juga dapat dilakukan, disertai pelembap secara rutin.
Pelembap penting karena siku dan lutut memiliki sedikit kelenjar minyak sehingga lebih mudah kering. Jangan lupa memberikan perlindungan dari sinar matahari, terutama jika area tersebut sering terbuka.
Tekstur kulit dapat mulai membaik dalam dua hingga tiga minggu dengan pelembapan rutin. Namun, perubahan warna kulit membutuhkan waktu lebih lama dan umumnya dapat memerlukan sekitar delapan hingga 12 minggu dengan perawatan yang konsisten.
Jadi, siku dan lutut yang menghitam tidak selalu berarti kurang bersih. Bisa jadi, kulit di area tersebut memang lebih sering mengalami gesekan, lebih kering, atau terpapar sinar matahari.
Namun, jika perubahan warna disertai kulit yang menebal dan terasa seperti beludru, jangan hanya mengandalkan lulur. Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.