Diabetes Bisa Muncul Enam Tahun Lebih Cepat karena Faktor Genetik

Faktor genetik dapat meningkatkan risiko diabetes dan membuat penyakit ini muncul hingga enam tahun lebih cepat.

Diterbitkan 04 November 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes tipe 2 tidak hanya dipengaruhi pola makan dan gaya hidup. Faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Bahkan, kombinasi faktor genetik tertentu dapat membuat diabetes muncul hingga enam tahun lebih cepat.

Direktur PT KALGen Innolab, Amalia Indri Senoadji, menjelaskan bahwa riwayat diabetes dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit serupa. Jika salah satu orang tua mengidap diabetes, risiko anak untuk mengalami kondisi tersebut bisa mencapai 40 persen.

Sementara itu, jika kedua orang tua memiliki diabetes, risikonya dapat meningkat hingga 70 s.d 80 persen. "Kalau orang tuanya satu saja yang diabetes, anaknya itu bisa berisiko sampai 40 persen. Kalau kedua orang tuanya diabetes, risikonya bisa mencapai 70 sampai 80 persen," ujar Amalia.

Faktor Genetik Berpengaruh pada Risiko Diabetes

Menurut Amalia, lebih dari 500 gen diketahui berkaitan dengan diabetes tipe 2. Variasi genetik tertentu dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami diabetes, termasuk kemungkinan penyakit muncul pada usia yang lebih muda.

Individu dengan risiko genetik tinggi berpotensi mengalami diabetes hingga enam tahun lebih cepat dibandingkan mereka yang memiliki risiko genetik lebih rendah.

"Ada faktor genetik yang membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes. Bahkan, pada kelompok tertentu, diabetes bisa muncul enam tahun lebih cepat," ujarnya.

Perkembangan teknologi kesehatan memungkinkan faktor genetik tersebut dipelajari melalui pemeriksaan genomik. Hasilnya dapat membantu seseorang memahami profil risiko kesehatan secara lebih personal.

Meski demikian, pemeriksaan genetik bukan alat untuk mendiagnosis diabetes. Tes ini lebih berfungsi untuk memperkirakan risiko berdasarkan variasi genetik yang dimiliki seseorang, termasuk melalui pendekatan polygenic risk score.

Teknologi Genomik Dukung Pencegahan Diabetes

Perkembangan teknologi kesehatan juga membuka peluang baru dalam mendukung upaya pencegahan diabetes yang lebih personal.

Amalia menjelaskan, pemanfaatan informasi kesehatan berbasis data memungkinkan masyarakat memahami faktor risiko kesehatan yang dimiliki secara lebih mendalam.

"Setiap individu memiliki profil risiko kesehatan yang berbeda. Dengan pendekatan kesehatan yang lebih personalized, masyarakat dapat memahami dirinya dengan lebih baik dan mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sejak dini," ujarnya.

"Inovasi kesehatan berbasis data bukan hanya membantu mendeteksi risiko, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya," tambahnya.

Salah satu inovasi yang disediakan Kalbe adalah DiaGENME, tes genetik personal yang membantu individu dalam manajemen diabetes.

Pemeriksaan ini memberikan informasi mengenai risiko diabetes, termasuk kemungkinan mengalami diabetes pada usia muda, risiko komplikasi, hingga kecocokan obat berdasarkan profil genetik.

Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pola hidup sehat dan langkah pencegahan sesuai profil kesehatannya.

Waspadai Risiko Komplikasi Diabetes

Amalia mengingatkan bahwa diabetes perlu mendapat perhatian karena dapat memicu berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik.

Beberapa di antaranya adalah gangguan penglihatan, penyakit kardiovaskular, stroke, kerusakan saraf atau neuropati, hingga gangguan ginjal.

Oleh sebab itu, memahami risiko sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah atau menunda munculnya diabetes dan komplikasinya.

"Kalau memang kita bisa mencegah, kenapa harus mengobati?," kata Amalia.

Meski pemeriksaan genetik dapat memberikan gambaran mengenai risiko diabetes, hasilnya tetap perlu diikuti langkah nyata.

Menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta berkonsultasi dengan dokter menjadi bagian penting dalam upaya mencegah diabetes.