Parkinson Bisa Dicegah atau Tidak? Dokter Jelaskan Faktanya

Faktor protektif dapat membantu memperlambat kerusakan sel saraf yakni dengan berolahraga teratur.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 September 2026, 16:00 WIB
Parkinson (Foto:Ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta - Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan. Karena itu, penyakit ini tidak mudah dicegah sepenuhnya. Namun, faktor protektif dapat membantu memperlambat kerusakan sel saraf yakni dengan olahraga teratur.

"Untuk mencegah Parkinson, saat ini belum bisa karena ini berhubungan dengan degenerasi atau ketuaan," kata dokter spesialis neurologi subspesialis neurogeriatri Banon Sukoandari.

Namu, olahraga dapat membantu memperlambat proses kerusakan sel pada otak yang berkaitan dengan Parkinson.

Pada Parkinson, terjadi kerusakan sel-sel saraf di area substantia nigra yang berperan dalam menghasilkan dopamin. Ketika sel-sel tersebut mengalami kerusakan, kadar dopamin menurun dan memunculkan berbagai gejala Parkinson.

“Kerusakan sel akan menjadi lebih lambat dengan berolahraga. Jadi itu dihambat kerusakannya dengan exercise,” ujar Banon menjawab pertanyaan Liputan6.com pada acara Sahabat Parkinson Indonesia di Jakarta pada Selasa (22/9/2026),

Olahraga, lanjut Banon, juga membantu membangun reserve atau cadangan tubuh. Cadangan fisik tersebut penting agar seseorang tetap memiliki kemampuan tubuh yang baik seiring bertambahnya usia.

“Olahraga membuat cadangan tubuh jadi bagus. Kalau orang tidak olahraga kan dikit-dikit gampang capek tapi kalau olahraga bikin badan muda dan cadangan ada,” katanya.

Meski demikian, Banon menegaskan olahraga bukan berarti dapat menjamin seseorang terbebas dari Parkinson. Aktivitas fisik lebih tepat dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan memperlambat proses kerusakan sel.

 

Upaya Mencegah Cedera Otak

Dokter spesialis bedah saraf, Ahmad Fahmi bicara tentang Parkinson.

Senada dengan Banon, dokter spesialis bedah saraf Achmad Fahmi mengutarakan bahwa olahraga merupakan aspek penting. Selain itu, menjalankan gaya hidup sehat seperti makan dan minum yang bergizi.

Selain itu, Fahmi mengingatkan pentingnya menghindari benturan atau cedera pada kepala. Cedera pada area tertentu di otak, termasuk substantia nigra pars compacta yang berperan dalam produksi dopamin, dapat menyebabkan kerusakan sel saraf.

“Karena kalau memang cederanya di area namanya substantia nigra pars compacta, yang penghasil dopamin tadi itu cedera, maka dia akan rusak. Maka akan terjadi kejala­han Parkinson tadi,” jelasnya di kesempatan yang sama.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya