Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat mesti waspada ketika ada obat bahan alam (OBA) atau jamu yang menjanjikan efek sangat cepat.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, S.Si., M.Si., mengatakan obat alam memiliki variasi aktivitas biologis yang sangat tinggi, namun efeknya tidak bekerja secepat bahan kimia obat. Karena itu, klaim hasil instan patut dicurigai.
Advertisement
“Kalau ada obat alam yang menjanjikan efek sangat cepat, masyarakat perlu kritis. Obat alam umumnya tidak bekerja secepat obat kimia," kata Agung.
Selain memperhatikan klaim khasiat, masyarakat juga perlu memastikan produk yang akan dikonsumsi telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah tersebut penting untuk menghindari produk ilegal yang kandungan dan keamanannya tidak jelas.
“Cek registrasi BPOM adalah langkah paling awal. Kalau tidak terdaftar, laporkan ke balai pengawas. Ini penting untuk melindungi masyarakat,” ujar Agung mengutip laman UGM, Jumat (2/10/2026).
Tahu Kondisi Kesehatan Diri
Penggunaan obat berbahan alam juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan seseorang. Agung mengingatkan pasien dengan penyakit tertentu agar tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa mempertimbangkan riwayat penyakit maupun obat lain yang sedang digunakan.
Ia mencontohkan pasien dengan penyakit jantung atau rematik yang perlu lebih berhati-hati, terutama terhadap produk yang ternyata mengandung bahan obat tertentu seperti steroid atau natrium diklofenak.
“Penggunaan steroid yang tidak terkontrol bisa menimbulkan efek samping seperti moon face, gangguan metabolik, hingga iritasi lambung,” jelasnya.