Tangan Sering Kesemutan? Bisa Jadi Ada Gangguan Saraf

Selain Carpal Tunnel Syndrome (CTS), bisa jadi kesemutan karena gangguan saraf yang berasal dari leher.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 09 Oktober 2026, 19:00 WIB
Ilustrasi tangan kesemutan. Photo by Luis Quintero on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Terbangun tengah malam karena tangan kesemutan, kebas, atau terasa seperti tertusuk-tusuk. Keluhan ini kerap dianggap akibat salah posisi tidur, terlebih jika sensasinya berangsur hilang setelah tangan digerakkan atau dikibaskan.

Namun, jika kesemutan berulang, semakin sering terjadi, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan. Kesemutan pada tangan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saraf. Penyebab tersering adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan gangguan saraf yang berasal dari leher, seperti radikulopati servikal (gangguan saraf akibat tekanan pada saraf di leher) seperti disampaikan dokter spesialis neurologi Puspasari. 

Keduanya sama-sama dapat menimbulkan kesemutan dan kebas pada tangan, tapi mengenai saraf berbeda. Puspasari mengungkapkan CTS biasanya terjadi pada area jari tertentu. 

“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur,” jelas Puspasari.

Pada kondisi yang lebih lanjut, orang yang mengalami CTS merasakan tangan lemah. Kondisi itu sampai mudah menjatuhkan benda, atau mengalami kesulitan melakukan gerakan halus. Mengibaskan atau menggoyangkan tangan terkadang dapat membuat keluhan terasa lebih ringan.

 

 

Kesemutan Juga Bisa Berasal dari Leher

Kesemutan pada tangan tidak selalu bersumber dari pergelangan tangan. Gangguan juga dapat terjadi pada saraf dari tulang belakang di area leher.

Kondisi yang disebut radikulopati servikal ini dapat terjadi akibat iritasi atau tekanan pada saraf. Penyebabnya bisa perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan pada bantalan tulang atau diskus.

“Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan,” ujar Puspasari.

Pada sebagian pasien, gangguan saraf dari leher juga dapat menyebabkan kelemahan pada kelompok otot tertentu. Menariknya, kondisi ini tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Pada beberapa orang, keluhan yang paling terasa justru kesemutan atau kebas pada tangan.

Cara Menegakkan Diagnosis

Lokasi kesemutan dapat menjadi petunjuk awal, tetapi belum cukup untuk memastikan penyebabnya. Dokter akan menilai pola keluhan, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan Electromyography (EMG) dan Nerve Conduction Study (NCS) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot.

“NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf,” jelas Puspasari.

Pemeriksaan EMG/NCS dapat membantu membedakan apakah gangguan lebih mengarah pada saraf di pergelangan tangan seperti pada CTS, saraf yang berasal dari leher, gangguan saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.

Pada kondisi tertentu perlu juga menggunakan MRI. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur tubuh, termasuk tulang belakang, bantalan tulang, dan jaringan di sekitarnya. Sementara itu, EMG/NCS mengevaluasi fungsi saraf dan otot.

“Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien,” tambah Puspasari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya