Wamenkes: 10 Persen Kasus Tuberkulosis Dunia Berasal dari Indonesia

Angka kematian tuberkulosis pun tinggi, 126 ribu orang meninggal tiap tahun karena penyakit ini.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 18:30 WIB
Wamenkes Benny ungkap data soal tuberkulosis di Indonesia. (Foto: Tisha Maulida Fazriah/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan bahwa Indonesia menyumbang 10 persen kasus tuberkulosis (TB) dunia, atau sekitar 1.080.000 orang per 2024. Angka ini naik 1,3 kali lipat dibandingkan 2010, yang mencatat 842 ribu kasus.

“Dari 2010 ke 2024, kasus TB malah naik, dari 7 persen menjadi 10 persen. Jadi, kasus TB di Indonesia ini 10 persen dari kasus dunia,” tutur pria yang karib disapa Benny itu di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Selain jumlah infeksi yang tinggi, angka kematian akibat penyakit ini juga besar. Benny mengungkapkan ada 126 ribu orang yang meninggal karena TB. Melihat tingginya kasus dan kematian akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta pemberantasan TB dijadikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Beliau (Presiden Prabowo) mendapatkan data ini, ada 126 ribu orang meninggal di Indonesia karena tuberkulosis. Lalu beliau memanggil saya, ‘Tolong, kan kamu ahli paru. Selain tugasmu di Kemenkes sebagai Wamenkes, banyak yang lain, tambah salah satu tugas pokokmu: pemberantasan TBC’,” tutur Benny.

Dalam kesempatan itu, Benny mengapresiasi peningkatan temuan kasus TB yang diikuti dengan sosialisasi tentang penyakit tersebut.

“Semua angkanya meningkat, penemuan kasus meningkat, dan sosialisasi ke masyarakat makin baik,” ujar Benny di hadapan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ia menambahkan, setelah acara tersebut dirinya akan berdiskusi dengan para dokter untuk mencari apa yang masih kurang dan perlu dilengkapi.

“Kita susun tahun 2027 lebih baik lagi, sehingga penanganan TB di Indonesia, target eliminasi itu bukan hanya sebuah cerita, tapi menjadi kenyataan,” kata Benny.

 

Reporter: Tisha Maulida Fazriah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya