Liputan6.com, Jakarta - Video yang memperlihatkan dua orang diduga menyemprotkan Baygon ke ikan asin yang sedang dijemur viral di media sosial. Praktik ini menjadi sorotan karena penggunaan cairan pembasmi serangga pada makanan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., mengingatkan pelaku usaha agar memahami bahaya penggunaan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi pangan.
Advertisement
"Ini berarti pelaku usaha dan pelaku industri di bidang ini belum paham betapa bahayanya penggunaan disinfektan atau penggunaan Baygon terhadap kesehatan kita," ujar Taruna dalam keterangan resmi yang diterima Kesehatan Liputan6.com pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Baygon pada Ikan Asin Berisiko bagi Kesehatan
Ikan asin biasanya dijemur untuk mengurangi kadar air dan memperpanjang masa simpannya. Namun, selama proses penjemuran, ikan dapat dihinggapi lalat sehingga kebersihan produk perlu dijaga.
Penggunaan Baygon untuk mengusir lalat bukanlah cara yang aman. Cairan pembasmi serangga mengandung bahan kimia yang tidak boleh sembarangan digunakan pada makanan.
Taruna mengingatkan bahwa bahan kimia tersebut tidak serta-merta hilang setelah ikan disemprot. Jika residunya tertinggal, bahan itu berpotensi ikut tertelan ketika ikan asin dikonsumsi.
"Karena kita tahu, ini banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang pada saat disemprot," kata Taruna.
"Setelah itu dimakan sama rakyat kita, konsumen, ini berbahaya," tambahnya.
Dia juga mengingatkan bahwa konsumsi ikan yang mengandung bahan kimia berbahaya dapat menimbulkan risiko keracunan. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu menggunakan metode pengendalian lalat yang aman untuk pangan.
BPOM Minta Asal Produk Ditelusuri
Menanggapi video viral tersebut, Taruna mengatakan telah meminta balai besar dan balai BPOM di tingkat regional maupun lokal untuk melakukan pengecekan.
Langkah ini bertujuan menelusuri asal produk sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan pangan.
BPOM juga akan bekerja sama dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah dalam pengawasan. Produk yang diduga terpapar bahan kimia berbahaya perlu diperiksa untuk memastikan keamanannya sebelum diedarkan.
Menurut Taruna, pengawasan harus disertai edukasi agar pelaku usaha tidak mengulangi praktik yang dapat membahayakan konsumen.
Keamanan Pangan Harus Diutamakan
Kasus ikan asin yang diduga disemprot Baygon menjadi pengingat bahwa keamanan pangan perlu dijaga sejak proses pengolahan hingga produk dikonsumsi masyarakat.
Pelaku usaha dapat mencegah lalat hinggap pada ikan dengan menggunakan penutup atau pelindung selama penjemuran serta menjaga kebersihan area produksi. Cara ini membantu melindungi produk tanpa menggunakan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi makanan.
Masyarakat juga perlu berhati-hati saat memilih ikan asin. Jika menemukan produk yang diduga terpapar cairan pembasmi serangga, sebaiknya hindari mengonsumsinya dan laporkan kepada pihak berwenang.
Taruna menegaskan bahwa keamanan merupakan prinsip utama dalam penyediaan pangan.
"Bukan pangan kalau tidak aman. Jadi, pangan, makanan harus aman," ujar Taruna.
Melalui pengawasan dan edukasi, BPOM berupaya mencegah peredaran pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan sekaligus melindungi masyarakat sebagai konsumen.