Liputan6.com, Jakarta - Bedah estetika bukan sekadar mengikuti tren kecantikan atau meniru penampilan yang populer di media sosial. Setiap prosedur perlu mempertimbangkan anatomi, kondisi medis, proporsi tubuh, dan kebutuhan pasien.
Dokter bedah dari World Class Plastic Surgeons (WCPS), Dr. Eduardo, mengatakan bahwa presisi medis dan pengalaman profesional berperan penting dalam menentukan pendekatan bedah estetika yang sesuai bagi setiap individu.
Advertisement
"Bedah estetika bukan tentang mengikuti tren, melainkan memahami anatomi, proporsi, dan kebutuhan setiap individu. Presisi, pengalaman, dan keahlian medis sangat penting untuk mencapai hasil yang harmonis dan seimbang, dengan tetap menghormati karakteristik tubuh setiap pasien," ujar Eduardo.
Bedah Estetika Tidak Bisa Disamaratakan
Tren kecantikan yang berkembang di media sosial membuat berbagai referensi penampilan semakin mudah diakses. Namun, hasil yang terlihat menarik pada seseorang belum tentu sesuai bagi orang lain.
Dalam prosedur bedah estetika, dokter perlu mempertimbangkan struktur wajah, proporsi tubuh, kondisi medis, dan ekspektasi pasien.
Oleh sebab itu, pemilihan tindakan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, tetapi juga pada kebutuhan masing-masing individu.
Pendiri Banobagi Plastic Surgery dan Woori Plastic Surgery, Hwang Yujin, menegaskan bahwa setiap orang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.
"Kami percaya bahwa kecantikan tidak dapat distandarisasi atau didefinisikan hanya berdasarkan tren. Setiap individu memiliki karakteristik, struktur wajah, dan kebutuhan yang unik. Pendekatan estetika yang tepat harus dimulai dengan pemahaman terhadap proporsi, presisi medis, dan hasil yang tetap harmonis dengan identitas setiap individu," kata Hwang.
Pendekatan personal ini juga menjadi landasan The Solitaire, World-Class Aesthetic Surgery & Longevity Centre, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali.
Melalui filosofi The House of Expertise, pusat layanan tersebut menggabungkan sejumlah klinik internasional dengan bidang spesialisasi berbeda dalam satu destinasi. Pendekatan ini menitikberatkan pada keahlian medis, presisi bedah, dan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Keahlian Medis dalam Perawatan Personal
Pendekatan personal juga penting dalam layanan kesehatan wanita dan perawatan estetika terspesialisasi lainnya.
Direktur Pemasaran Hestia Women's Clinic, Anna Jeon, menekankan pentingnya penilaian yang cermat dalam memahami kebutuhan kesehatan intim perempuan.
"Presisi dimulai dari memahami individu, bukan sekadar tindakan yang dilakukan. Setiap wanita memiliki kebutuhan yang berbeda, dan kesehatan intim memerlukan penilaian yang cermat, keahlian medis, serta pendekatan personal sebagaimana layanan terspesialisasi lainnya," ujar Anna.
Bali Kembangkan Layanan Medis Estetika
Lima klinik yang terlibat memiliki spesialisasi berbeda, mulai dari bedah payudara dan pembentukan kontur tubuh, perawatan area intim, bedah wajah dan kelopak mata, hingga transplantasi rambut. Biogenix Regenerative Medicine & Longevity direncanakan bergabung untuk menambah layanan kedokteran regeneratif dan longevity.
Pengembangan layanan bedah estetika juga berkaitan dengan potensi Bali sebagai destinasi wisata medis atau medical tourism.
General Manager Pemasaran The Solitaire, Renny, mengatakan bahwa layanan ini perlu didukung keahlian medis yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
"Bagi kami, kemewahan dalam bedah estetika dan longevity bukan sekadar tentang fasilitas premium, melainkan tentang akses terhadap keahlian medis yang tepat," kata Renny.
Dalam prosedur bedah estetika, pemahaman terhadap kondisi dan kebutuhan pasien menjadi bagian penting dalam menentukan tindakan yang sesuai. Karena itu, penilaian profesional perlu mendahului keputusan untuk menjalani prosedur.