Masa Kecil Patrick Stewart Diwarnai Kekerasan Domestik, Ayah Diduga PTSD

Masa kecil Patrick Stewart penuh trauma setelah menyaksikan ayahnya melakukan kekerasan terhadap sang ibu.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 30 Oktober 2026, 11:18 WIB
Patrick Stewart, aktor pemeran Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek dan Profesor Charles Xavier di X-Men. Di balik kesuksesannya, ia menyimpan kisah masa kecil yang diwarnai kekerasan dalam rumah tangga. (AFP/Valerie Macon)

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Hollywood Patrick Stewart yang dikenal melalui waralaba Star Trek dan X-Men meninggal dunia di umur 86 tahun. Di balik kesuksesannya sebagai salah satu aktor ternama Hollywood, Stewart ternyata menyimpan pengalaman masa kecil yang kelam. Dia tumbuh dalam keluarga yang diwarnai kekerasan dalam rumah tangga atau domestic violence.

Patrick Stewart lahir pada 13 Juli 1940 di Mirfield, West Yorkshire, Inggris. Dia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dalam keluarga kelas pekerja.

Masa kecil Stewart tidak berjalan mudah. Ayahnya, seorang mantan anggota militer Inggris yang bertugas dalam Perang Dunia II, kerap melakukan kekerasan terhadap ibunya setelah kembali dari medan perang, dikutip dari Channel News Asia pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Ayah Stewart diduga mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) setelah menjalani pengalaman perang. Namun, tidak ada keterangan yang memastikan bahwa kondisi tersebut merupakan diagnosis medis ayahnya.

Dalam memoarnya yang berjudul Making It So, Stewart menceritakan bagaimana dirinya dan sang kakak, Trevor, kerap bersiap menghadapi malam-malam ketika ayah mereka pulang dalam keadaan mabuk dan marah.

Kekerasan yang terjadi di rumah mereka bukan sekadar pertengkaran biasa. Stewart mengungkapkan bahwa ayahnya kerap memukul sang ibu, bahkan mengarahkan pukulan ke bagian kepala.

"Kadang-kadang menggunakan telapak tangan terbuka, di lain waktu dengan kepalan tangan. Dia selalu mengarahkan pukulannya ke kepala ibu," tulis Stewart dalam memoarnya, seperti dikutip AP News.

Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Stewart. Dia kemudian memahami bahwa kekerasan bukanlah sesuatu yang dapat dibenarkan oleh keadaan atau pengalaman traumatis seseorang.

Dalam sebuah tulisan yang pernah dimuat di surat kabar, Stewart, menekankan,"Kekerasan selalu merupakan pilihan yang dibuat seorang laki-laki dan hanya dirinya sendiri yang bertanggung jawab."

Pernyataan tersebut memperlihatkan pandangannya bahwa pengalaman traumatis tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain.

 

Patrick Stewart Dukung Korban Kekerasan Domestik

Patrick Stewart, aktor pemeran Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek dan Profesor Charles Xavier di X-Men. Di balik kesuksesannya, ia menyimpan kisah masa kecil yang diwarnai kekerasan dalam rumah tangga. (PATRICK BAZ / AFP)

Pengalaman masa kecil membuat Stewart memiliki kepedulian besar terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga. Saat dewasa, dia terlibat dalam kegiatan organisasi amal Refuge, lembaga di Inggris yang memberikan dukungan kepada perempuan dan anak-anak korban kekerasan domestik.

Dunia seni peran juga menjadi tempat berlindung bagi Stewart dari pengalaman pahit di rumah. Dalam artikel yang ditulisnya untuk The Guardian pada 2009, dia menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang hampir tidak tertahankan.

Ketertarikannya pada akting bermula saat masih duduk di bangku sekolah. Ketika berusia 12 tahun, seorang guru bahasa Inggris memberinya peran sebagai Shylock dalam drama Shakespeare berjudul The Merchant of Venice. Setelah itu, Stewart mulai bergabung dengan kelompok teater lokal.

"Saya berhasil menemukan tempat berlindung bagi diri sendiri melalui dunia akting. Panggung terasa jauh lebih aman dibandingkan dengan segala hal yang harus saya alami di rumah. Panggung memberikan saya kesempatan untuk melarikan diri," tulis Stewart dikutip dari Guardian.

Lebih lanjut, dia menambahkan,"Saya bisa menjadi orang lain, berada di tempat yang berbeda, dan hidup pada masa yang berbeda."

Setelah lulus sekolah pada usia 15 tahun, Stewart sempat bekerja sebagai reporter lokal dan penjual furnitur.

Kesempatan untuk mengembangkan bakat aktingnya datang ketika sebuah dewan kesenian setempat memberinya bantuan biaya pendidikan di Bristol Old Vic Theatre School, salah satu sekolah seni peran bergengsi di Inggris. Dia mulai belajar di sana pada 1957, saat berusia 17 tahun.

Setelah mengasah kemampuan berbicara hingga mampu menghilangkan aksen Yorkshire, Stewart mendapatkan peran teater profesional pertamanya pada 1959.

Pada 1966, dia bergabung dengan Royal Shakespeare Company (RSC). Selama 16 tahun bersama kelompok teater tersebut, Stewart membangun reputasi sebagai salah satu aktor teater terbaik pada masanya.

Dia juga turut memperkenalkan karya-karya Shakespeare kepada generasi penonton yang lebih luas.

Peluang besar dalam karier televisinya datang saat Stewart mengajar kelas khusus Shakespeare di Los Angeles atas undangan seorang teman. Penampilannya menarik perhatian seorang direktur casting televisi yang kemudian menghubungkannya dengan proyek Star Trek.

Sebelumnya, Stewart telah menjalani debut Broadway pada 1971 melalui pementasan A Midsummer Night’s Dream karya sutradara Peter Brook.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya