Terapkan Prinsip 'Alon-alon Asal Finish' untuk Cegah Risiko Serius Saat Lari

Dokter ingatkan prinsip 'alon-alon asal finish' untuk cegah risiko serius saat lari.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran masyarakat untuk mengikuti event lari terus meningkat. Namun, di balik tren ini, risiko kolaps hingga serangan jantung perlu diwaspadai, terutama jika peserta memaksakan diri tanpa persiapan yang tepat.

Dokter Umum dan Kreator Konten Kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qoth’i menekankan bahwa setiap aktivitas fisik memiliki risiko, termasuk olahraga yang tampak sederhana seperti lari.

"Semua kegiatan itu pasti ada risikonya. Kita masak ada risiko tangan kepotong, kita jalan ada risiko jatuh, kita mandi ada risiko kepleset. Semua kegiatan itu ada risikonya, termasuk olahraga. Salah satu risiko yang cukup berbahaya dan cukup sering terjadi adalah serangan jantung," ujar Ikhsan kepada Kesehatan Liputan6.com belum lama ini.

Kenali Kondisi Tubuh Sebelum Ikut Race

Menurut Ikhsan, sekali pun mengikuti event lari hanya 5K hingga 10K, peserta perlu memahami kondisi tubuh sebelum ikut lomba. Aktivitas ini bukan sekadar olahraga ringan, tapi memiliki intensitas cukup tinggi yang tidak dilakukan setiap hari oleh banyak orang.

Hal utama yang harus diperhatikan adalah riwayat kesehatan, seperti penyakit jantung (penyempitan pembuluh darah), hipertensi, diabetes melitus, atau gangguan irama jantung.

"Kalau memang punya riwayat penyakit seperti itu, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. Kalau dokter bilang tidak memungkinkan, ya sebaiknya mengikuti arahan dokter," tambahnya.

Dia juga mengingatkan bahwa event lari umumnya sudah menyediakan formulir riwayat kesehatan sebagai langkah awal skrining peserta.

 

Keselamatan Lebih Penting dari Waktu

Selain kondisi medis, pola latihan juga berperan penting dalam mencegah risiko saat berlari. Ikhsan menyarankan, terutama untuk pemula, agar tidak langsung mengejar target waktu tertentu.

Dia menekankan prinsip 'alon-alon asal finish', yaitu yang penting sampai garis akhir tanpa memaksakan kecepatan.

"Tidak mesti seseorang harus di-push 20 hingga 25 menit selesai, apalagi yang pertama kali race. Bisa dimaksimalkan 50 menit untuk 5K, itu masih termasuk jalan cepat dan aman untuk pemula," tambahnya.

Menurutnya, memaksakan diri justru dapat memicu kelelahan berlebihan, pusing, hingga kolaps saat perlombaan.

Ikhsan menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti event lari bukan sekadar mengejar catatan waktu, melainkan menjaga tubuh tetap aman selama beraktivitas.

"Kalau yakin dengan kondisi tubuh dan sudah diperbolehkan dokter, silakan ikut. Tapi jangan memaksakan diri. Lebih baik pelan dulu, yang penting finish," ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan fisik yang berbeda, sehingga tidak tepat jika peserta membandingkan diri dengan orang lain.