ASI dan Vaksin Punya Fungsi Berbeda, Ini Penjelasan Dokter Anak dari IDAI

ASI ternyata tak bisa gantikan vaksin. Ini penjelasan dokter IDAI soal perlindungan bayi yang sering disalahpahami.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tua masih mengira bahwa Air Susu Ibu (ASI) sudah cukup untuk melindungi bayi dari semua penyakit. Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI dan vaksin memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi dalam menjaga kesehatan anak.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K), ASI memang memiliki peran penting dalam meningkatkan imunitas bayi, tapi tidak bisa menggantikan perlindungan spesifik yang diberikan vaksin.

"Tidak semua yang ada dalam kandungan ASI tersebut bisa menjaga penyakit tertentu. ASI itu memberikan perlindungan umum dan nutrisi, tetapi vaksin memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit berbahaya," ujar Rodman dikutip dari Antara pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dia mencontohkan beberapa penyakit serius seperti hepatitis, polio, difteri, pertusis, dan tetanus yang tetap membutuhkan vaksinasi meskipun bayi mendapatkan ASI eksklusif.

Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri yang bisa menular melalui berbagai cara, termasuk kontak dekat dengan orang sekitar. Bahkan, bayi bisa terpapar tanpa disadari melalui sentuhan atau ciuman dari anggota keluarga.

"Misalnya bayi dicium orang tua atau neneknya yang mungkin sedang dalam masa inkubasi penyakit, tanpa sadar sudah menularkan infeksi ke bayi," tambahnya.

Rodman menekankan bahwa ASI tetap merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan dan idealnya dilanjutkan hingga usia dua tahun.

ASI mengandung protein, karbohidrat, serta antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai infeksi ringan.

"ASI bisa meningkatkan imunitas, menjaga dari infeksi, dan memberikan energi. Satu tetes ASI itu kandungannya sangat luar biasa," katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa fungsi ASI lebih kepada perlindungan umum dan dukungan tumbuh kembang, bukan pengganti vaksin yang berperan membentuk kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu.

Vaksin sendiri bekerja dengan melatih sistem imun untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri tertentu tanpa harus mengalami penyakitnya secara langsung.

Inilah yang membuat vaksinasi menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit berbahaya pada anak.

Rodman berharap masyarakat dapat memahami perbedaan peran ASI dan vaksin agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa membahayakan anak.

"Keduanya bukan saling menggantikan, tetapi saling melengkapi untuk melindungi anak dari penyakit menular yang berbahaya," tambahnya.

Di tengah banyaknya informasi yang beredar di media sosial, IDAI mengingatkan pentingnya literasi kesehatan yang tepat agar orang tua bisa mengambil keputusan yang benar untuk kesehatan anak.