Dubai Tinggalkan Istilah Ibu Rumah Tangga, Diganti Pembentuk Generasi

Dubai resmi mengganti istilah ibu rumah tangga menjadi pembentuk generasi. Simak alasan di baliknya.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 06:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apakah Anda setuju jika perempuan dijuluki 'Pembentuk Generasi' daripada 'Ibu Rumah Tangga'? Gagasan tersebut disampaikan oleh Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dalam peringatan Hari Ibu di Dubai pada 21 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, dia secara resmi mengumumkan bahwa sebutan housewife atau 'ibu rumah tangga' akan diganti menjadi generations shaper atau 'pembentuk generasi'.

Perubahan istilah ini berangkat dari kesadaran Sheikh Hamdan bahwa perempuan memikul tanggung jawab besar, terutama dalam membentuk keluarga dan membesarkan anak-anak. Seorang ibu tidak hanya mengelola rumah tangga tapi juga menjadi sekolah pertama yang membentuk perkembangan intelektual, emosional, dan sosial anak.

Langkah tersebut sejalan dengan pendekatan Uni Emirat Arab yang kerap menggunakan bahasa sebagai sarana mendorong perubahan sosial. Salah satu contohnya adalah penggunaan istilah people of determination atau 'orang dengan tekad kuat' untuk menyebut penyandang disabilitas. Istilah tersebut juga diperkenalkan oleh Sheikh Hamdan, sebagaimana dikutip dari Adgully pada Kamis (2/7/2026).

Sheikh Hamdan juga menyatakan bahwa istilah 'pembentuk generasi' kini telah dicantumkan dalam berbagai dokumen resmi di Dubai. Menurutnya, perubahan yang tampak sederhana ini bukan sekadar pergantian frasa atau simbol. Lebih dari itu, perubahan tersebut menjadi sinyal resmi untuk mendorong cara pandang yang lebih luas dan terbuka, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kebijakan, layanan publik, hingga sikap masyarakat.

Selain itu, penyebutan ibu sebagai 'pembentuk generasi' merupakan bentuk pengakuan atas besarnya tanggung jawab yang mereka emban. Peran tersebut bukan sekadar pekerjaan domestik, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi masa depan.

Melalui inisiatif ini, pemerintah Dubai juga ingin memperkuat hubungan keluarga dan kehidupan sosial di tengah perubahan zaman. Para ibu dipandang bukan hanya sebagai pengurus rumah tangga, tetapi juga sebagai pendidik utama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat.

"Ibu adalah tempat pertama anak belajar tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang membentuk karakter tangguh," ujar Sheikh Hamdan dalam pernyataannya, seperti dikutip Gulf News pada Kamis (2/7/2026).

Dia menegaskan bahwa ibu memegang peran yang sangat krusial, baik di dalam keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Bahkan, ibu juga dinilai memiliki peran besar dalam mewariskan kecerdasan kepada anak-anaknya.

"Untuk semua ibu... terima kasih. Kalian adalah fondasi dari begitu banyak hal baik di sini. Selamat Hari Ibu," tutup Sheikh Hamdan.