Dokter Ungkap Peluang Hamil Setelah Menopause dengan Sel Telur Beku

Dokter konsultan fertilitas secara medis masih memungkinkan hamil saat menopause.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Layanan pembekuan sel telur (egg freezing) semakin banyak diminati perempuan yang ingin menunda kehamilan, baik karena belum memiliki pasangan maupun alasan karier. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul, apakah sel telur yang dibekukan saat muda bisa digunakan ketika perempuan sudah memasuki masa menopause?

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrin reproduksi, Niken Pudji Pangastuti mengatakan hal tersebut secara medis masih memungkinkan.

"Sebetulnya masih memungkinkan, karena kita sudah menyelamatkan sel telurnya dalam kondisi yang masih baik, lalu prosesnya dapat dilanjutkan menjadi embrio," kata dokter dari IVF Center Brawijaya Hospital Antasari Jakarta kepada media di Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Menurut Niken, menopause memang menandakan ovarium tidak lagi memproduksi hormon estrogen secara alami sehingga siklus menstruasi berhenti. Untuk menjalani program kehamilan menggunakan sel telur yang telah dibekukan, rahim dapat dipersiapkan melalui terapi hormon agar siap menerima embrio.

"Rahim yang sudah tidak menstruasi menunjukkan tubuh tidak lagi memproduksi hormon estrogen. Karena itu, kita berikan suplementasi hormon dari luar," jelasnya.

Ia menambahkan, selama kondisi dinding rahim tidak mengalami kelainan dan mampu merespons terapi hormon dengan baik, embrio hasil pembuahan sel telur yang telah dibekukan masih berpeluang menempel dan berkembang hingga persalinan.

Niken mencontohkan kasus medis ekstrem di luar negeri, di mana seorang wanita berusia 76 tahun masih sanggup mengandung akibat rekayasa medis dan terapi suplementasi hormon yang tepat.

 

Pembekuan Sel Telur Sebaiknya Dilakukan saat Usia Muda

Meski dapat digunakan setelah menopause, Niken mengingatkan bahwa pembekuan sel telur sebaiknya dilakukan saat muda. Pasalnya, kualitas sel telur akan terus menurun seiring bertambahnya usia akibat proses penuaan alami.

"Justru kalau lebih awal kita menyimpan sel telur, maka kualitas sel telurnya lebih baik. Karena sel telur itu akan mengalami aging process sesuai dengan usia. Jadi semakin lama kita memulai, maka semakin banyak kita memerlukan telur-telur yang baik untuk bisa disimpan," katanya. 

Perempuan yang menjalani pembekuan sel telur pada usia sekitar 30 tahun umumnya hanya memerlukan sekitar 20 hingga 25 sel telur. Sementara itu, pada usia 40 tahun jumlah sel telur yang dibutuhkan bisa mencapai 50 hingga 60 karena kualitasnya telah menurun.

Â