Jangan Tunggu Sakit, Cek Kesehatan untuk Deteksi Dini Penyakit

Merasa sehat bukan berarti tubuh benar-benar bebas dari risiko penyakit. Lewat cek kesehatan bisa mengetahui secara dini masalah kesehatan.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 17:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memeriksakan kesehatan jangan menunggu tubuh menunjukkan gejala atau penyakit. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

Pada pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis OGB Merah di Purwokerto, Jawa Tengah, pada Minggu (23/8/2026) ada 464 peserta yang menjalani skrining. Dari jumlah itu, 56,9 persen memiliki satu faktor risiko penyakit tidak menular.

Tekanan darah tinggi menjadi temuan terbanyak, yakni pada 35,8 persen peserta. Lalu, 30,6 persen peserta memiliki kadar kolesterol tinggi dan 9,5 persen menunjukkan kadar gula darah tinggi.

 

“kami menemukan faktor risiko yang cukup beragam. Ada peserta dengan tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, maupun kolesterol tinggi,” kata dokter umum RS Islam Purwokerto, Erri Wulandari.

Faktor risiko tersebut lebih banyak ditemukan pada peserta berusia di atas 50. Namun, beberapa peserta yang lebih muda juga menunjukkan hasil pemeriksaan yang perlu diperhatikan.

“Untuk tekanan darah, kami menemukan beberapa hasil yang cukup tinggi, seperti 181 mmHg dan 197/107 mmHg. Untuk kolesterol juga ada yang mencapai 283, 257, dan 264 mg/dL. Bagi peserta yang sudah memiliki riwayat penyakit, kami menyarankan untuk melanjutkan pengobatan secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan,” jelas Erri. 

Di kesempatan itu, Erri mengatakan peserta yang belum memiliki riwayat penyakit tetapi menunjukkan hasil pemeriksaan yang tinggi perlu melakukan perubahan pola hidup sebagai langkah awal. Diantaranya mengatur pola makan dan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan.

“Pola makan perlu diperhatikan sejak usia muda. Untuk gula darah, misalnya, konsumsi karbohidrat dan gula perlu diatur. Karbohidrat tidak hanya berasal dari makanan pokok, tetapi juga dari berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula,” kata Erri.

Dorong Masyarakat untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit

Cek Kesehatan Gratis OGB Merah menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan sejak dini. Purwokerto menjadi titik ke 23 dari rangkaian program yang dilaksanakan di 12 kota. 

“Hingga saat ini, program ini telah menjangkau lebih dari 17.000 peserta,” ujar Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi.

Menurut Mateus, menjaga kesehatan sebaiknya tidak baru dilakukan ketika seseorang sudah jatuh sakit. Deteksi dini dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendorong perubahan gaya hidup.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sudah sakit, tetapi juga melalui deteksi dini dan langkah pencegahan,” katanya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah yang semakin menekankan aspek promotif dan preventif dalam kesehatan masyarakat. Karena itu, pemeriksaan juga dilengkapi dengan edukasi dan konsultasi dokter.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risikonya,” ujar Mateus.