Gejala Awal DBD Mirip Flu Biasa, Kenali Tanda Bahayanya

Sulit dibedakan dengan flu, kondisi ini membuat DBD berisiko terlambat dikenali.

Diterbitkan 06 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Gejala awal demam berdarah dengue (DBD) kerap sulit dibedakan dari flu biasa. Kondisi ini membuat penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue tersebut berisiko terlambat dikenali, padahal kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat ketika memasuki fase kritis.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan Gia Pratama Putra mengatakan gejala awal DBD umumnya berupa demam tinggi, menggigil, lemas, sakit kepala, serta nyeri pada sendi dan otot.

Lalu, mual, muntah, dan tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, hingga muncul bintik merah pada kulit juga dapat terjadi.

"Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya," kata Gia.

Fase kritis seringkali didahului dengan penurunan trombosit secara cepat. Kalau tidak segera ditangani secara tepat, fase kritis dapat berkembang menjadi syok, gangguan organ, atau perdarahan berat.

"Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat," kata dr. Gia.

Ia menyampaikan perlunya keluarga memantau anggota keluarga yang demam dan menunjukkan tanda-tanda serangan DBD agar bisa segera meminta pertolongan medis bila mendapati tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh lemas, atau penurunan kesadaran.

"Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat," katanya mengutip Antara.

3M Plus Masih Berlaku untuk Cegah Penularan DBD

Berdasarkan pengalamannya bekerja di fasilitas kesehatan, Gia mengemukakan bahwa persoalan dalam penanganan pasien DBD seringkali berkaitan dengan kemampuan mengenali tanda bahaya dan penerapan tata laksana yang tepat.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan upaya-upaya pencegahan penyakit DBD, yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Pemberantasan sarang nyamuk melalui penerapan 3M Plus dinilai efektif untuk mencegah penularan DBD.

Gerakan 3M Plus meliputi kegiatan menguras penampungan air, menutup penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue, menggunakan obat anti-nyamuk, dan bergotong-royong membersihkan lingkungan.

"Setiap keluarga dapat berperan dengan menjalankan 3M Plus secara konsisten, mengurangi paparan gigitan nyamuk, memperhatikan lingkungan di rumah dan tempat beraktivitas," kata Gia.

 

 

Â