WVI Catat Sesak Napas Jadi Keluhan Terbanyak Anak di Tengah Kabut Asap Kalbar

Sesak napas menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami anak-anak akibat kabut asap di Kalbar.

Diterbitkan 06 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga nirlaba Wahana Visi Indonesia (WVI) mencatat sesak napas menjadi keluhan terbanyak anak-anak yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Di lapangan, sesak napas menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami anak-anak akibat kabut asap, dan temuan kami sudah ada puluhan kasus anak terjangkit ISPA," ujar Humanitarian & Emergency Affairs (HEA) Specialist WVI, Ronny Ichwan. 

Selain sesak napas, anak-anak di wilayah terdampak juga mengalami keluhan seperti batuk dan pusing. Kondisi ini diperburuk oleh kekeringan yang menyebabkan keterbatasan akses terhadap air bersih di sejumlah wilayah. Bahkan tim WVI menemukan bahwa krisis air bersih membuat sejumlah keluarga melaporkan hanya bisa mandi sekali dalam dua hari.  

 

Untuk membantu warga terdampak kabut asap akibat karhutla, WVI melakukan respons bencana hingga Oktober 2026  di lima kabupaten di Kalimantan Barat, yakni Kubu Raya, Landak, Sintang, Bengkayang, dan Sekadau dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta.

WVI bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Kesehatan, pemerintah desa, gereja lokal, dan masyarakat setempat dalam dua aspek utama. Pertama, kesehatan, melalui distribusi masker dan air bersih serta edukasi pencegahan dampak kesehatan akibat kabut asap.

Hingga 31 Agustus 2026, WVI telah mendistribusikan sekitar 10.000 masker, termasuk masker N95 dan KN95, serta menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Kedua, advokasi, melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memperkuat pemantauan dan penanganan kondisi kesehatan anak-anak dampingan.

Â