Alami Saraf Kejepit, Jangan Sembarangan Dipijat

Bila ada dugaan maupun sudah tegak diagnosis alami saraf kejepit pastikan untuk tidak memijat area yang sakit atau nyeri.

Diterbitkan 28 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saraf kejepit adalah kondisi ketika bantalan antartulang belakang menekan saraf di sekitarnya. Ketika seseorang diduga atau mengalami kondisi yang mengarah ke saraf kejepit jangan sembarangan dipijat.

“Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter atau fisioterapinya,” kata dokter spesialis neurologi Yeni Quinta Mondiani.

Pijat di area tersebut memang bisa terasa nyaman untuk nyeri yang berkaitan dengan otot. Jika penyebab nyeri ternyata bukan gangguan otot — misalnya benar-benar saraf kejepit —, tindakan pijat berpotensi memperburuk kondisi. Maka dari itu penyebab nyeri perlu dipastikan lebih dulu sebelum mengambil tindakan apa pun.

Untuk menegakkan diagnosis nyeri di area pinggang maka dokter perlu melakukan wawancara medis secara rinci, pemeriksaan fisik dan saraf, serta tes provokasi. Lalu, pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, CT scan, atau MRI baru dipilih berdasarkan dugaan penyebab yang muncul dari pemeriksaan awal tersebut sepert disampaikan dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University itu.

Maka dari itu jika merasa ada keluhan di area pinggang seperti nyeri jangan tunda untuk ke dokter untuk diperiksa.

“Kalau teman-teman bingung, datang saja dulu ke dokter umum. Sebenarnya dokter umum pun bisa mengenali tanda ini perlu dirujuk atau cukup ditangani,” ujar Yeni mengutip laman IPB University.

Langkah selanjutnya adalah mencegah agar keluhan tidak muncul atau berulang. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain aktif bergerak, memperkuat otot punggung, menjaga berat badan ideal, dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.