Asap Karhutla Tak Kunjung Reda, Begini Cara Kurangi Paparan

Langkah realistis yang bisa dilakukan untuk minimalisir dampak dari paparan asap karhutla.

Liputan6.com, Jakarta - Di media sosial Threads, beberapa ibu membagikan pengalaman mengungsi bersama anak agar agar tak kena dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, banyak warga tidak bisa keluar dari dari wilayah tersebut.

Dokter yang juga epidemiolog Dicky Budiman mengatakan langkah realistis bagi warga yang berada di wilayah terdampak kabut asap dengan membatasi aktivitas di luar rumah.

"Kemudian juga tutup celah rumah, pintu jendela, ventilasi saat asap tebal," saran Dicky lewat pesan suara pada Rabu (14/10/2026).

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker N95 atau KN95. Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas yang menghasilkan asap, seperti membakar sampah dan merokok. Memasak dengan cara yang menghasilkan banyak asap di dalam ruangan juga sebaiknya dihindari.

Selain itu, warga perlu mencukupi kebutuhan cairan, menjaga asupan gizi, dan memanfaatkan ruang evakuasi atau tempat berlindung dengan udara bersih yang disediakan pemerintah jika tersedia.

Dicky mengingatkan, bayi dan balita termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap karhutla. Hal ini karena saluran pernapasan anak masih sempit dan paru masih berkembang. Lalu, anak juga menghirup lebih banyak udara dibandingkan orang dewasa.

Jika Asap Sudah Masuk ke Dalam Rumah

Jika asap sudah masuk ke dalam rumah, warga dapat menutup celah di sekitar pintu dan jendela. Dicky mengungkapkan kain basah atau penghalang di bagian bawah pintu dapat digunakan untuk membantu mengurangi masuknya asap.

Lalu, saat asap tebal, frekuensi membuka dan menutup pintu juga sebaiknya dikurangi. Siapkan juga satu 'ruang udara bersih'.

"Siapkan satu ruangan biasanya kamar tidur anak sebagai ruang bersih. Gunakan penjernih udara kalau ada ya dan juga jangan menyalakan sumber asap di dalam rumah," pesannya.

Lantai dan permukaan benda di dalam rumah juga bisa dibersihkan menggunakan kain basah untuk mengangkat debu yang menempel.

"Kalau memang semakin memburuk ya mau tidak mau harus mengungsi ke ruang lokasi yang memang minim asap," pesan Dicky.