Gas Etilen Adalah: Kenali Sifat, Fungsi, dan Kegunaannya

Gas etilen adalah gas mudah terbakar yang digunakan untuk mematangkan buah. Kenali fungsi dan bahayanya.

Liputan6.com, Jakarta - Gas etilen menjadi perhatian setelah ditemukan tabung berisi gas tersebut di lokasi ledakan sebuah pertokoan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026. Gas ini dikenal luas dalam industri pangan karena dapat membantu mempercepat proses pematangan buah, terutama pisang.

Meski bermanfaat untuk industri pertanian dan pangan, gas etilen memiliki sifat mudah terbakar sehingga penggunaannya perlu memperhatikan prosedur keselamatan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, penyebab ledakan di Pasar Cimanggis masih dalam penyelidikan petugas.

"Informasi awal menyebut ledakan diduga berkaitan dengan tabung gas elpiji, namun penyebab pasti masih didalami oleh petugas," kata Henik dalam keterangannya dikutip dari News Liputan6.com pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Petugas menemukan sejumlah tabung di sekitar lokasi, termasuk tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. Namun, temuan tersebut belum membuktikan bahwa gas etilen menjadi penyebab ledakan.

Apa Itu Gas Etilen?

Mengutip Encyclopaedia Britannica, etilena atau etilen (Câ‚‚Hâ‚„) merupakan senyawa organik paling sederhana dari kelompok alkena. Senyawa ini berbentuk gas tidak berwarna dan mudah terbakar.

Secara alami, etilen juga diproduksi oleh tumbuhan dan berfungsi sebagai hormon yang mengatur berbagai proses pertumbuhan serta perkembangan tanaman, termasuk pematangan buah dan pengguguran daun.

Etilen komersial diproduksi dalam skala industri dan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai produk kimia. Salah satu pemanfaatannya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah pembuatan plastik.

Fungsi Gas Etilen untuk Mematangkan Buah

Dalam industri pangan, gas etilen digunakan untuk mempercepat dan menyeragamkan pematangan buah. Beberapa buah yang merespons etilen antara lain pisang, mangga, tomat, pir, dan alpukat.

Mengutip PostHarvest, etilen bekerja dengan berikatan pada reseptor di dalam jaringan tanaman. Proses tersebut memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi warna, tekstur, aroma, rasa, dan tingkat kekerasan buah.

Penggunaan etilen secara terkontrol membantu buah mencapai tingkat kematangan yang sesuai sebelum dipasarkan. Sebagai contoh, pisang dapat dipanen ketika masih hijau, kemudian diperam menggunakan etilen agar matang secara merata sebelum dijual kepada konsumen.

Namun, paparan etilen yang berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan dapat mempercepat penuaan dan menurunkan kualitas buah serta sayuran. Akibatnya, produk lebih cepat layu, berubah warna, atau kehilangan kesegarannya.

Apa Bahaya Gas Etilen?

Salah satu sifat penting gas etilen yang perlu diperhatikan adalah mudah terbakar. Karena itu, penyimpanan dan penggunaannya harus dilakukan dengan memperhatikan karakteristik gas, kondisi tempat penyimpanan, serta prosedur keselamatan yang sesuai.

Gas etilen juga tidak berwarna dan tidak berbau. Artinya, keberadaannya tidak dapat diandalkan untuk dideteksi hanya melalui penglihatan atau penciuman.

Dalam penggunaannya di fasilitas pematangan buah, pengaturan konsentrasi, ventilasi, dan kondisi penyimpanan menjadi bagian penting untuk mengendalikan paparan gas serta mencegah penumpukan gas di ruang tertutup.

Meski demikian, penting membedakan risiko gas etilen dari penyebab suatu insiden. Hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan, belum dapat dipastikan apakah gas tersebut berkaitan langsung dengan ledakan di Pasar Cimanggis.

Kegunaan Gas Etilen dalam Industri

Selain membantu pematangan buah, etilen memiliki beragam kegunaan dalam industri kimia. Senyawa ini merupakan bahan baku pembuatan polietilena, yaitu jenis plastik yang digunakan untuk kemasan, botol, dan berbagai produk rumah tangga.

Etilen juga digunakan untuk menghasilkan etilen oksida, yang selanjutnya dapat diolah menjadi etilen glikol. Senyawa turunannya dimanfaatkan antara lain dalam pembuatan serat poliester dan cairan antibeku.

Dengan demikian, gas etilen memiliki peran penting dalam industri pangan maupun manufaktur. Namun, manfaatnya perlu diimbangi dengan penanganan yang tepat, terutama karena sifatnya yang mudah terbakar.