Menkes Minta Puskesmas di Wilayah Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

Puskesmas di tujuh provinsi terdampak karhutla diinstruksikan membuka rumah oksigen dan memastikan ketersediaan obat untuk penanganan ISPA dan diare.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta puskesmas yang berada di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memiliki rumah oksigen. 

"Seluruh puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen," kata Budi. 

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi harian yang melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Pertemuan ini juga diikuti kepala puskesmas serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kesehatan.

Dalam rapat tersebut, Budi menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di wilayah terdampak asap tidak boleh tertunda. Ia meminta pemerintah daerah berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat distribusi bantuan medis dan menyiapkan layanan kesehatan darurat.

Budi juga menginstruksikan pengiriman tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak. Bantuan tersebut disertai oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah," katanya pada Sabtu (17/10/2026).

Selain itu, Budi juga mengatakan adanya layanan posyandu ke rumah. Sehingga anak, ibu hamil dan lansia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal ketika ada imbauan bertahan di rumah. 

Â