5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Menjaga Metabolisme Tubuh

Lima kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mendukung kesehatan jangka panjang.

Diterbitkan 04 November 2026, 10:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Metabolisme kerap dikaitkan dengan kemampuan tubuh membakar kalori. Seseorang dengan metabolisme cepat dianggap lebih mudah menjaga atau menurunkan berat badan. Padahal, metabolisme memiliki fungsi lebih luas, yakni mengubah makanan menjadi energi untuk mendukung kerja organ, mengatur hormon, serta membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

Asisten Profesor Kedokteran Keluarga di University of Michigan, Amerika Serikat, Dr. Jonathan Gabison, menjelaskan bahwa metabolisme mencakup seluruh proses kimia yang membuat tubuh tetap hidup dan berfungsi.

Metabolisme dipengaruhi faktor genetik, usia, dan berat badan. Namun, menurut Shebani Sethi, MD, kebiasaan jangka panjang juga dapat memengaruhi fungsinya.

Mengutip SELF, Selasa (3/11/2026), berikut lima kebiasaan yang dapat membantu menjaga metabolisme tubuh.

1. Aktif Bergerak

Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan energi. Tidak harus selalu berolahraga, berjalan kaki, berkebun, dan mengerjakan pekerjaan rumah juga termasuk aktivitas fisik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.

2. Melakukan Latihan Kekuatan

Latihan kekuatan membantu membangun dan mempertahankan massa otot. Karena otot membutuhkan energi untuk dipertahankan, massa otot yang lebih banyak dapat sedikit meningkatkan pengeluaran energi tubuh.

Latihan bisa menggunakan beban, resistance band, atau berat badan sendiri. CDC merekomendasikannya setidaknya dua hari dalam seminggu.

3. Mencukupi Kebutuhan Protein

Protein membantu membangun dan mempertahankan massa otot, terutama jika disertai latihan kekuatan. Namun, ahli endokrinologi Sun Kim mengingatkan bahwa konsumsi protein berlebihan tidak otomatis mempercepat metabolisme. Kebutuhannya juga berbeda pada setiap orang.

4. Tidur Berkualitas

Kurang tidur dapat mengganggu pengaturan gula darah dan hormon yang mengendalikan rasa lapar. Akibatnya, seseorang lebih mudah lapar dan kekurangan energi untuk bergerak.

Sebagian besar orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur berkualitas setiap malam.

5. Mengelola Stres

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon kortisol dan nafsu makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berdampak pada berat badan dan kesehatan metabolik.

Stres dapat dikelola dengan berjalan-jalan, latihan pernapasan, meditasi, menekuni hobi, atau berkonsultasi dengan terapis.

Metabolisme Bukan Sekadar Membakar Kalori

Kesehatan metabolik tidak hanya berkaitan dengan berat badan, tetapi juga tekanan darah, kadar kolesterol, sensitivitas insulin, dan jumlah lemak tubuh.

Menjaga kesehatan metabolik dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Karena itu, kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten lebih penting daripada mengandalkan cara instan untuk mempercepat pembakaran kalori.