Liputan6.com, Jakarta - Memiliki pasangan yang cerdas secara emosional (emotional intelligence) mungkin tidak selalu terlihat dari gestur romantis atau kata-kata manis.
Dalam keseharian, kecerdasan emosional justru dapat terasa dari cara seseorang mendengar dan merespons, menghadapi konflik, memahami perasaan, dan mengelola emosinya sendiri.
Melansir pandangan pakar Kandi Wiens melalui CNBC Make It pada Jumat (11/9/2026), kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengatur emosi diri sendiri sekaligus milik orang lain. Kemampuan tersebut tidak hanya penting dalam pekerjaan dan lingkup sosial, tetapi juga berperan dalam menjaga hubungan yang sehat dan saling menghormati.
Advertisement
Lantas, seperti apa rasanya menjalani hubungan dengan pasangan yang memiliki kecerdasan emosional tinggi?
1. Menghadapi Konflik Tanpa Merasa Terancam
Salah satu tanda "hijau" yang bisa dikenali adalah ketika pasangan mampu menghadapi konflik secara sehat.
Adanya perbedaan pendapat tidak langsung berubah menjadi pertengkaran besar. Sebaliknya, pasangan yang cerdas secara emosional dapat menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang dan berusaha memahami persoalan yang sedang terjadi. Biasanya, dia cenderung akan fokus pada penyelesaian.
Kemampuan tersebut membuat konflik tidak harus selalu berakhir dengan saling menyalahkan. Bagi pasangan, hubungan dapat terasa lebih aman karena masalah tetap bisa dibicarakan tanpa harus mengorbankan rasa saling menghormati.
2. Perasaan Didengarkan dan Dipahami
Kecerdasan emosional juga terlihat dari kemampuan seseorang memahami sudut pandang orang lain. Ia tidak hanya mendengar apa yang dikatakan, tetapi menunjukkan ketertarikan terhadap pengalaman dan perasaan pasangannya.
Dengan kemampuan tersebut, komunikasi dalam hubungan dapat terasa lebih jujur dan terbuka.Â
Bersama dengan seseorang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, membuat Anda tidak perlu menyampaikan perasaan berulang-ulang atau mengalihkan pembicaraan menjadi tentang pasangan. Karena, empati yang dimiliki membuat seseorang lebih mampu menempatkan diri pada posisi orang lain.
3. Emosinya Tidak Memengaruhi Tindakan
Sementara itu, pasangan dengan kecerdasan emosional tinggi bukan berarti tidak pernah marah, sedih, kecewa, atau tertekan. Perbedaannya terletak pada cara mereka mengelola emosi tersebut.
Menurut Wiens, kemampuan mengatur emosi merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional. Ketika menghadapi emosi negatif atau stres, seseorang dapat mengambil langkah untuk kembali ke kondisi yang lebih seimbang.
4. Tetap Menjadi Diri Sendiri
Ketika menjalin hubungan dengan pasangan yang cerdas emosionalnya, seseorang tidak merasa terancam oleh perbedaan. Mereka tidak menuntut pasangannya menjadi sempurna atau berubah hanya demi memenuhi keinginan.
Sebaliknya, pasangan dengan kecerdasan emosional tinggi dapat memberikan ruang untuk menjalani aktivitas pribadi, menikmati waktu sendiri, maupun menekuni hobi.
Memberikan ruang tersebut bukan berarti kehilangan kedekatan, melainkan menunjukkan adanya rasa menghargai terhadap kemandirian pasangan.
Memiliki pasangan dengan kecerdasan emosional tinggi bukan berarti menjalani hubungan tanpa konflik atau emosi negatif. Yang membedakan adalah bagaimana kedua hal tersebut dikelola.
Kemampuan memahami emosi, mengaturnya, berempati, dan tetap menghargai perbedaan dapat membuat hubungan terasa lebih aman sekaligus memberi ruang bagi kedua pasangan untuk terus berkembang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366231/original/062082800_1759221040-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.33.26_941d1ac8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4759366/original/083245400_1709353201-octavio-fossatti-BbhqDutqJew-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289612/original/061852900_1783410432-07866abe-3e97-416e-90f6-8ee5b2df829a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328158/original/069968700_1787139318-IMG_2459.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310672/original/072198900_1785330935-Wakil_Menteri_Kesehatan_RI__Benjamin_Paulus_Octavianus_oleh_Biro_Komunikasi_dan_Informasi_Publik_Kemenkes_RI_Aldi_Rahmanda_Putra__6_.jpg)