Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada satu warga negara asing (WNA) penumpang kapal pesiar MV Hondius yang berdomisili di Jakarta Pusat. Pria 60 tahun itu sempat melakukan kontak dari klaster hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
"Ada kontak antara yang bersangkutan dengan kasus kedua, di antaranya satu kapal MV Hondius dan duduk berdekatan saat di pesawat dari St Helena ke Johannesburg," kata Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dokter Andi Saguni.
Advertisement
Pria tersebut pada tanggal 1 hingga 23 April 2026 melakukan perjalanan dengan kapal MV Hondius. Lalu, pada 24 April 2026 ia turun dari kapal pesiar mewah itu di St Helena. Di sini, ia satu penginapan dengan kasus kedua yang meninggal dunia.
Kemudian, pada 25 April 2026 yang bersangkutan melakukan penerbangan dari St Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Kemudian pria ini melakukan perjalanan ke Afrika Selatan dan Zimbabwe.
Pada tanggal 30 April pria tersebut melakukan penerbangan ke Indonesia dengan transit di Qatar.
Kementerian Kesehatan bergerak untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan pria tesebut setelah mendapatkan laporan International health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris pada 7 Mei 2026 malam.
Pada 8 Mei 2026, pria tersebut ditelepon untuk mendapatkan edukasi pencegahan hantavirus. Kemudian Kemenkes berkoordinasi dengan WHO serta RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK) Kemenkes terkait kejadian itu.
Lalu, pada 9 Mei pagi, karyawan di sebuah perusahaan asing swasta di Indonesia tersebut dijemput dari kediamannya menuju RSPI Sulianti Saroso untuk pengambilan sampel dan pemantauan. Hasil tes urine, darah lengkap, saliva, usap tenggorok menunjukkan pria tersebut negatif hantavirus.
"Sekali lagi, orang asing ini, hasil pemeriksaan PCR negatif hantavirus," tegas Andi dalam konferensi pers Senin, 11 Mei 2026.
Kondisi WNA Saat Ini
Andi mengatakan saat ini WNA tersebut masih berada di RSPI Sulianti Saroso. WNA tersebut dalam kondisi sehat.
"Saat ini kondisinya sehat. Tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pengamatan akan terus dilakukan," tutur Andi.