Liputan6.com, Jakarta - Anak aktif adalah hal yang umum dalam proses tumbuh kembangnya, terutama pada usia balita. Namun, penting bagi orang tua untuk memahami batas normal aktivitas anak dan kapan perlu melakukan evaluasi lebih lanjut.
Menurut dokter spesialis anak, Ajeng Indriastari, orang tua perlu lebih waspada jika anak yang aktif menunjukkan tanda seperti:
Advertisement
- Sangat sulit berkonsentrasi dalam berbagai situasi
- Impulsif berlebihan dan sulit dikendalikan
- Aktivitas terlalu berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
- Sulit mengikuti instruksi sederhana secara konsisten
- Mengalami gangguan belajar atau interaksi sosial.
“Kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan gangguan tumbuh kembang tertentu dan memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter,” kata dokter yang bertugas di RS EMC Pekayon mengutip laman EMC, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pada kondisi umum, anak yang aktif belum tentu memiliki perilaku bermasalah. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka belajar melalui bermain, bergerak, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Karena itu, perilaku seperti berlari ke sana kemari, banyak bertanya, sulit duduk diam terlalu lama, senang memanjat atau mencoba hal baru, merupakan hal yang umum terjadi pada anak sesuai usia perkembangannya.
Anak aktif dengan kondisi yang umum biasanya masih dapat diarahkan, fokus pada aktivitas yang disukai, serta mampu mengikuti aturan sederhana sesuai usianya.
Faktor yang Pengaruhi Keaktifan Anak
Setiap anak memiliki karakter dan tingkat energi yang berbeda. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi perilaku anak antara lain:
- Usia dan tahap perkembangan
- Pola tidur
- Pola makan
- Lingkungan dan pola asuh
- Paparan gawai berlebihan
- Kondisi emosional anak.
“Oleh karena itu, penting untuk melihat perilaku anak secara menyeluruh, bukan hanya dari satu situasi tertentu,” kata Ajeng.
Mendampingi Anak Aktif
Orang tua dapat membantu menyalurkan energi anak dengan cara yang positif, seperti:
- Memberikan waktu bermain aktif
- Mengajak anak berolahraga
- Membuat rutinitas yang teratur
- Memberikan aturan yang konsisten
- Membatasi penggunaan gawai sesuai usia
- Pendekatan yang tepat membantu anak belajar mengontrol emosi dan perilakunya secara bertahap.
Segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika:
- Perilaku anak mulai mengganggu aktivitas sekolah atau sosial
- Anak sulit fokus dalam jangka panjang
- Orang tua merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak
- Ada keterlambatan perkembangan lainnya.
“Pemeriksaan lebih dini dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat,” ujar Ajeng.
Anak yang aktif bukan selalu berarti nakal. Dengan pendampingan dan pemahaman yang tepat, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, dan berkembang optimal sesuai usianya.