Cuaca Panas Picu Risiko Fatal bagi Anak di Dalam Mobil

Cuaca panas dapat memicu risiko fatal bagi anak di dalam mobil, orang tua diminta lebih waspada.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 11:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Orang tua diimbau untuk tidak meninggalkan anak maupun hewan peliharaan di dalam mobil saat cuaca panas. Pasalnya, suhu di dalam kendaraan dapat meningkat dengan cepat dan berisiko membahayakan keselamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan dalam sepekan terakhir cuaca di Kota Tangerang didominasi kondisi panas dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi orang atau hewan yang berada di dalam mobil.

"Cuaca panas memberikan dampak signifikan pada kondisi seseorang di dalam kendaraan, termasuk hewan peliharaan. Kami imbau dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujar Mahdiar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2026).

Meski cuaca umumnya cerah hingga berawan, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas di bawah sinar matahari langsung. Warga juga disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 11.00-15.00 WIB, kecuali jika benar-benar mendesak.

Untuk layanan darurat di Kota Tangerang, masyarakat dapat menghubungi call center 112 atau nomor piket BPBD Kota Tangerang di 021-5582-144 yang beroperasi 24 jam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti pusing, lemas, mual, atau tanda-tanda dehidrasi akibat cuaca panas agar segera mencari tempat yang teduh dan memenuhi kebutuhan cairan.

"Jika kondisinya tidak membaik, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga terus menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai permukiman untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.

"Jadi kita bisa intervensi ketika ada penyakit maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan segera," kata Dini.

Â