Liputan6.com, Jakarta - Menyantap daging kurban saat Idul Adha tak sekedar makan tapi juga momen kebersamaan. Namun, bagi pasien hipertensi boleh tidak sih mengonsumsi daging kambing dan daging sapi?
Dokter spesialis gizi klinik Pande Putu Agus Mahendra mengatakan mengonsumsi olahan daging kurban saat Idul Adha aman bagi pasien hipertensi asalkan memperhatikan batasan wajar yang dianjurkan.
Advertisement
“Untuk batasan tiap individu terdapat batasan masing-masing, tapi jika berdasarkan ukuran umum adalah 75-100g/porsi adalah batasan yang dianggap aman untuk konsumsi asupan hewani,” kata Pande.
Dalam pengolahan daging, Pande menyarankan pasine hipertensi untuk tidak mengonsumsi lemak serta organ dalam dan juga hindari memasak daging dengan cara dibakar.
“Menghindari bagian dari lemak serta konsumsi organ dalamnya dan hindari pengolahan dengan dibakar langsung terpapar api, karena hal tersebut akan merusak komponen protein dari daging tersebut dan menjadi suatu komponen yang dapat mengganggu kesehatan tubuh,” katanya mengutip Antara.
Hidangan saat Hari Raya Idul Adha juga identik dengan makanan bersantan. Santan merupakan produk turunan kelapa yang memiliki kandungan minyak nabati tapi saat ini banyak olahan masakan menggunakan santan instan. Biasanya santan tersebut tinggi natrim. Maka dari itu sebaiknya untuk menghindari penambahan santan pada makanan.
Pande mengingatkan sebaiknya makanan bersantan tidak dikonsumsi berhari-hari karena akan memicu peningkatan asupan lemak dan berimbas pada keseimbangan kadar kolesterol tubuh.
Tidak disarankan juga mengonsumsi makanan bersantan yang telah mengalami proses pemanasan berulang. Hal ini akan semakin merusak komponen lemak nabati dalam santan.
Sertakan Sayur
Selain itu, Pande mengatakan saat mengonsumsi makanan dengan sumber protein hewani seperti daging dapat dikombinasikan dengan sumber antioksidan. Misalnya dari sayuran seperti tomat, lobak, wortel, dan bawang-bawangan.
Tak ketinggalan asupan air putih tidak boleh kurang. Konsumsi air putih yang cukup serta membatasi asupan yang masuk dalam batas wajar untuk mencegah peningkatan kolesterol tubuh.