Sedang Promil? Perhatikan Asupan Protein dan Serat untuk Tingkatkan Peluang Hamil

Bagi pasangan yang tengah menjalankan program hamil (promil) penting untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk meningkatkan peluang kehamilan.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 28 Mei 2026, 12:00 WIB
Menu buat promil (Foto dok: Freepik/jcomp).

Liputan6.com, Jakarta - Asupan nutrisi yang sehat dan berkualitas punya pengaruh penting terhadap proses kehamilan. Salah satunya pastikan mengonsumsi daging merah sebagai sumber protein

“Protein itu sangat dibutuhkan. Kalau di dalam Fertilisasi in vitro, mineral dan zinc itu sangat penting untuk pembuahan, kalsium sangat penting,” kata Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R.

Di kesempatan yang sama, dokter spesialis kandungan subspesialis fertilitas Gita Pratama menambahkan, daging merah juga merupakan asupan sumber protein yang bagus selain daging ayam, ikan, telur, tapi jangan terlalu berlebihan.

Dalam satu penelitian Gita mengatakan pasien dengan endometriosis ada kecenderungan untuk mengalami peningkatan faktor inflamasi jika memakan daging merah terlalu banyak.

Perlu kombinasi antara sumber protein hewani lain dan juga protein nabati seperti tempe dan tahu. Gita juga menyarankan pasien yang sedang menjalankan program hamil selain mengimbangi asupan protein, juga harus memenuhi kebutuhan serat untuk mencegah inflamasi. Gita juga menyarankan untuk mengurangi asupan karbohidrat dan makanan tinggi kalori.

“Fiber sangat penting. Kenapa? Karena jika kurang biasanya akan terjadi abnormalitas pada usus pada seorang perempuan yang biasanya nantinya akan meningkatkan faktor zat inflamasi, dan itu akan menyebabkan kualitas dari sel telur atau kalau misalnya laki-laki ya sperma juga akan turun sekali,” kata Gita mengutip Antara.

Pengolahan daging juga sebaiknya tidak dibakar atau digoreng kering agar kualitas DNA untuk pembuahan tidak terpecah-pecah.

Selain protein, asupan nutrisi lain yang penting dalam pembuahan adalah kalsium, zinc, dan mineral. 

“Jadi jelas nutrisi itu akan mempengaruhi kualitas sperma maupun kualitas sel telur, ada pasien-pasien yang obesitas, ada pasien-pasien yang terlalu langsing itu tidak terlalu baik untuk kualitas sel telurnya,” kata Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya