Bukan Soal Cepat atau Jauh, Ini Makna Lari yang Sebenarnya

Race Director Indonesia Muda Road Runner, Satrio Guardian, mengungkap makna lari yang sesungguhnya.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren lari di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai ajang lari bermunculan dan selalu menarik ribuan peserta. Mulai dari pelari pemula hingga yang sudah berpengalaman. Namun, di balik popularitasnya yang semakin meningkat, lari sebenarnya bukan hanya soal kecepatan atau jarak tempuh.

Race Director Indonesia Muda Road Runner, Satrio Guardian, mengatakan, lari kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Oleh sebab itu, aktivitas ini perlu didukung dengan pola hidup yang baik, termasuk pemenuhan nutrisi yang tepat.

"Saat ini, di masyarakat, kalau tidak lari, nggak keren. Jadi, arahnya sudah ke situ. Gaya hidup sekarang harus ditunjang bukan cuma sekadar lari, tapi yang pasti juga mengenai nutrisinya," ujarnya di konferensi pers Brookfarm Almond Run 2026 pada Kamis (18/6/2026) 

Menurut pria yang telah menekuni olahraga lari selama 20 tahun tersebut, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi salah satu faktor yang mendorong semakin populernya olahraga ini.

Lari kini tidak lagi dipandang sebagai olahraga kompetitif semata, tapi juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun gaya hidup yang lebih sehat.

Lari Jadi Ajang Membangun Kebersamaan

Tak hanya menyehatkan tubuh, lari juga memiliki nilai sosial yang kuat. Kehadiran berbagai komunitas lari membuat olahraga ini menjadi sarana untuk membangun relasi dan memperluas pertemanan.

"Lari itu menjadi sarana bagi komunitas untuk berkumpul, baik untuk happy-happy, berbisnis, atau melakukan berbagai kegiatan lainnya," katanya.

Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya komunitas lari yang tumbuh di berbagai daerah. Banyak orang yang awalnya berlari sendiri kemudian bergabung dengan komunitas untuk mendapatkan motivasi sekaligus lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

 

Pelari Pemula Tidak Perlu Minder

Bagi pemula, memulai kebiasaan berlari sering kali terasa menantang. Tidak sedikit yang merasa ragu karena belum mampu berlari jauh atau khawatir tidak bisa mengikuti peserta lain.

Padahal, setiap orang memiliki kemampuan dan proses yang berbeda. Karena itu, pelari pemula tidak perlu terlalu fokus pada target kecepatan maupun jarak.

"Yang paling penting, kalau mau lari, pertama adalah niatnya dulu, kedua ikut komunitas, dan ketiga baru ikut event seperti ini," tambahnya.

Menurut dia, berbagai event lari saat ini juga semakin inklusif karena menyediakan kategori yang dapat diikuti oleh peserta dengan berbagai tingkat kemampuan.

Lebih jauh, Satrio menegaskan bahwa tujuan utama lari bukanlah menjadi yang tercepat atau mampu menempuh jarak paling jauh. Yang terpenting adalah manfaat kesehatan yang diperoleh dari aktivitas tersebut.

"Tetapi satu hal, lari itu yang paling penting bukan seberapa cepat atau seberapa jauh, tetapi seberapa sehat," pungkasnya.