Usia Perokok Pemula Kian Muda, Terkecil 4 Tahun

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkap data anak usia 4 sudah merokok.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 03 Juni 2026, 16:00 WIB
Anak Usia 4 Tahun Sudah Merokok, Wamenkes Benny: Perlu Edukasi Sejak Dini, Jakarta (3/6/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan usia perokok pemula semakin muda. Usia 15-19 tahun 52,8 persen, 10-14 tahun 44,7 persen, bahkan ada anak yang sudah mulai merokok di usia 4 hingga 9 tahun sebanyak 2,6 persen.

Data ini dipaparkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus yang juga menegaskan bahwa pengetahuan soal bahaya rokok perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini.

Menurutnya, anak-anak perlu diedukasi soal dampak rokok bagi kesehatan paru dari sisi ilmiah. Kampanye cegah merokok perlu diperbanyak melalui upaya promotif dan preventif melalui dunia pendidikan.

“Saya kira kurikulum SD (sekolah dasar), SMP (sekolah menengah pertama), harus mendapatkan penambahan. Sehingga anak-anak tahu bahwa dampak asap rokok itu menyebabkan pembuluh darah kita menjadi kaku, dikasih penjelasan ilmiah,” kata Wamenkes yang akrab disapa Benny dalam peluncuran kampanye #SehatTanpaRokok bersama Kenvue dan Guardian di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

“Pencerahan seperti ini tidak menakut-nakuti tapi mencerdaskan mereka, sehingga mereka sejak SD dan SMP sudah memiliki pengetahuan yang benar, maka mereka waktu disodorin rokok melihatnya pun sudah alergi. Kita harus menciptakan kondisi seperti itu,” imbuhnya.

Jumlah Perokok Anak dan Remaja Terus Meningkat

Anak Usia 4 Tahun Sudah Merokok, Wamenkes Benny: Perlu Edukasi Sejak Dini, Jakarta (3/6/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Data juga menunjukkan bahwa 72,6 persen remaja15-19 tahun mulai merokok setiap hari. Sedangkan, 12,4 persen kelompok usia 10 hingga 21 tahun adalah perokok.

Jumlah perokok anak dan remaja usia 10 hingga 18 tahun secara absolut meningkat. Dari total populasi usia 10-18 tahun yang jumlahnya mencapai 39,7 juta, sebanyak 5,9 juta di antaranya adalah perokok pada 2023. Ini meningkat dari data tahun 2018 yang angkanya mencapai 4,1 juta.

Banyaknya angka perokok juga memengaruhi anak dan remaja lain yang tidak merokok. Data yang disampaikan Benny menunjukkan 7 dari 10 anak remaja terpapar asap rokok dalam ruangan tertutup. Dan rata-rata konsumsi rokok anak remaja per hari adalah 8 hingga 9 batang.

Tak hanya rokok konvensional, rokok elektronik atau vape juga mengalami peningkatan dua kali lipat sejak 2018 hingga 2023. Padahal, rokok elektronik memiliki bahaya yang sama dengan rokok konvensional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya