Duduk Terlalu Lama, Bisa Ganggu Fungsi Otak

Dosen UGM mengungkapkan duduk terus menerus lebih dari satu jam membuat fungsi otak jadi menurun.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, mengatakan kebiasaan duduk terlalu lama bisa membuat fungsi otak menurun. 

Zaenal menjelaskan bahwa posisi duduk yang terlalu lama menyebabkan darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi. Alhasil suplai darah ke otak menjadi kurang optimal.

"Posisi duduk yang terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi,” jelas Zaenal. 

Melihat dampak itu, ia menyarankan masyarakat untuk membatasi waktu duduk tidak lebih dari satu jam. Setelah itu, seseorang sebaiknya berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama sekitar dua menit sebelum kembali beraktivitas.

Dalam penelitiannya menggunakan orthostatic test, Zaenal menjelaskan bahwa kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan posisi sangat dipengaruhi oleh kondisi organ-organ tubuh di bawahnya, terutama jantung, paru-paru, serta sistem sirkulasi darah.

“Jika sistem dasar ini bekerja dengan baik, maka fungsi otak juga akan optimal. Sebaliknya, bila dasar ini terganggu, maka otak pun akan mengalami gangguan,” katanya di laman resmi UGM ditulis Jumat (17/7/2026)

 

Cara Meningkatkan Kesehatan Otak

Zaenal mengungkapkan untuk membantu meningkatkan kesehatan otak salah satunya dengan berolahraga. Agar olahraga benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan otak dan tubuh, ia menyebut terdapat tiga prinsip utama yang perlu diperhatikan.

Pertama, olahraga harus melibatkan kelompok otot-otot besar, seperti tungkai dan lengan.

Kedua, gerakannya bersifat ritmis, misalnya berjalan cepat, jogging, atau bersepeda dengan irama yang stabil.

Ketiga, aktivitas dilakukan secara kontinu selama sekitar 30–40 menit tanpa sering berhenti atau mengalami perubahan intensitas yang drastis.

“Dengan cara seperti itulah olahraga dapat meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus membantu menjaga fungsi otak tetap optimal,” pungkasnya.