Benjolan di Kelopak Mata Mayoritas Jinak

Namun, sekitar 16 persen benjolan atau tumor di kelopak mata bersifat ganas. Ketahui cara untuk mengurangi risiko kanker di area tersebut.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 05 Juni 2026, 07:00 WIB
Dokter Tri Wahyu SpM ungkap sekitar 16 persen benjolan atau tumor di kelopak mata bersifat ganas.

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis mata Tri Wahyu menjelaskan bahwa mayoritas benjolan atau tumor kelopak mata bersifat jinak.

"Memang paling banyak kasus tumor kelopak mata ini bersifat jinak atau benigna, sementara sisanya sekitar 16 persen bersifat ganas," kata Tri dalam diskusi bersama media di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, tumor kelopak mata menyumbang sekitar 5-10 persen dari seluruh kasus keganasan kulit berdasarkan sejumlah penelitian di luar negeri. Meski demikian, data mengenai angka kejadian tumor kelopak mata di Indonesia masih terbatas.

Kebanyakan kasus keganasan pada tumor di kelopak mata kerap terjadi pada orang yang memiliki aktivitas terpapar sinar matahari ekstrem. Misalnya petani yang pekerjaan sehari-hari berada di bawah paparan sinar matahari selama bertahun-tahun.

Pada kasus kanker kelopak mata, tindakan yang dilakukan umumnya berupa pengangkatan tumor secara menyeluruh. Jika ukuran tumor cukup besar, sebagian besar kelopak mata harus diangkat sehingga pasien memerlukan prosedur rekonstruksi setelah operasi.

"Tindakannya akan berbeda-beda, tapi umumnya harus diambil total, bahkan mengorbankan kelopak mata itu sendiri. Jadinya kalau kalau tumor gede ya kelopak mata bawah atau atas hilang," tutur dokter dari RS Pondok Indah - Puri Indah itu.

Pada kasus tersebut, diperlukan rekonstruksi pasca pengangkatan tumor pada kelopak mata. Mulai dari rekonstruksi sederhana kelopak mata maupun kesulitannya yang tinggi.

 

Pakai Kacamata Hitam

kacamata hitam (Ilustrasi: AI)

Guna melindungi kelopak mata dari risiko tumor akibat paparan sinar matahari Tri menyampaikan pentingnya penggunaan kacamata hitam. Namun, bukan kacamata hitam biasa melainkan anti-sinar UV.

"Kacamata hitam bisa untuk melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," kata dokter mata lulusan Universitas Padjadjaran itu.

Selain itu, ia juga menyarankan penggunaan sunblock atau sunprotection untuk mengurangi risiko kanker.

"Kalau kita aktivitas di ruang terbuka yang terkena sinar matahari lama, sunscreen protection itu perlu, tidak cuma untuk perempuan, tapi laki-laki juga perlu," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya