Tak Semua Sakit Kepala Sama, Kenali Gejala Khas Tumor Otak

Tidak semua sakit kepala bisa langsung dikaitkan dengan tumor otak, simak ciri khasnya.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gejala tumor otak sangat ditentukan dari lokasi pertumbuhan tumor. Pasalnya, otak memiliki banyak fungsi dan gejala bisa muncul berdasarkan fungsi yang terganggu.

“Tapi, gejala paling umum, karena dia namanya tumor dia akan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak kita. Dan, peningkatan tekanan di dalam tengkorak kita itu akan menyebabkan gejala sakit kepala. Tapi tidak semua sakit kepala itu langsung kita hubungkan dengan tumor,” kata dokter spesialis bedah saraf, Ryan Rhiveldi Keswani, dalam siaran langsung di Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (5/6/2026).

“Sakit kepala yang bisa kita hubungkan dengan tumor adalah sakit kepala yang berulang, bisa dirasakan setiap hari dengan intensitas yang perlahan bertambah karena dengan semakin besarnya si tumor,” tambah dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.

Ryan menambahkan, sakit kepala akibat tumor dapat semakin parah dari waktu ke waktu. Awalnya, sakit kepala dapat diredakan hanya dengan tidur. Lama-lama, sakit kepala hanya bisa reda dengan minum obat. Seiring berjalannya waktu, sakit kepala kian parah dan tidak dapat diredakan dengan minum obat.

“Itu salah satu gejala yang paling khas untuk tumor otak,” ujar Ryan.

Penyebab Tumor Otak

Ryan menjelaskan, tumor otak secara umum terbagi dua. Ada yang asalnya dari otaknya sendiri atau struktur di sekitarnya, ada pula yang berasal dari organ lain.

“Kalau yang berasal dari organ lain yang jalan-jalan ke otak kemungkinan besar itu adalah kanker atau metastasis, penyakitnya ganas, ikut aliran darah, dan menyebar ke otak dan itu kita sebut kanker ganas.”

“Tumor sendiri adalah istilah payung untuk semua jenis massa yang tumbuh secara abnormal, kalau jinak maka disebut tumor kalau ganas disebut kanker,” Jelas Ryan.

Terkait pemicunya, Ryan mengatakan bahwa belum banyak riset yang menunjukkan penyebab langsung dari kanker otak. Namun, secara umum ada beberapa tumor otak yang memang diturunkan.

“Jadi, ada beberapa mutasi genetik yang bisa dimiliki seseorang yang bisa menyebabkan dia cenderung untuk memiliki tumor otak. Dan si mutasi genetik ini nantinya bisa saja diturunkan ke keturunannya, jadi ada kemungkinan sekitar 25 persen bisa memiliki penyakit yang sama.”

“Dan ada tumor otak lain yang kita belum benar-benar paham apa penyebabnya. Jadi, ada yang sudah diketahui penyebabnya, ada yang belum, bahkan dunia bedah saraf masih mencari tahu dan belajar terus tentang otak kita,” pungkasnya.