Liputan6.com, Jakarta - Produk pangan dengan label less sugar kerap dianggap sehat. Padahal, klaim tersebut belum tentu berarti produk rendah gula atau aman dikonsumsi berlebihan.
Beberapa produk memang mengurangi kandungan gula dibanding versi sebelumnya, tetapi tetap bisa mengandung pemanis tambahan, kalori tinggi, atau karbohidrat yang cukup besar. Karena itu, penting untuk memahami label gizi agar tidak salah memilih makanan sehari-hari.
Advertisement
Istilah less sugar atau reduced sugar hanya berarti kandungan gulanya lebih rendah dibanding produk pembandingnya. Namun, produk tersebut tetap bisa mengandung gula tambahan seperti sirup jagung, fruktosa, sukrosa, atau pemanis buatan lainnya. Artinya, meskipun rasanya tidak terlalu manis, asupan gula tetap perlu diperhatikan.
“Gula bisa muncul dengan banyak nama. Salah satu hal yang sering tidak disadari adalah gula tidak selalu ditulis dengan kata sugar,” kata dokter spesialis gizi klinik RS EMC Cikarang, Noviyanti, mengutip laman EMC, Jumat, 12 Juni 2026.
Pada daftar komposisi, gula bisa muncul dengan nama lain seperti:
- fruktosa
- glukosa
- sirup jagung
- sukrosa
- dekstrosa
- maltosa
- honey
- caramel syrup.
Semakin banyak jenis gula dalam daftar komposisi, semakin tinggi kemungkinan kandungan gula tambahannya.
Perhatikan Label Gizi
Dalam label gizi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Takaran Saji
Angka pada label gizi dihitung berdasarkan satu sajian, bukan satu kemasan. Misalnya, satu botol minuman mengandung 12 gram gula per sajian. Jika isi botol terdiri dari dua sajian, maka total gula yang dikonsumsi menjadi 24 gram.
Total Sugar dan Added Sugar
Total sugar menunjukkan seluruh kandungan gula dalam produk, sedangkan added sugar adalah gula tambahan yang dimasukkan saat proses produksi. Semakin tinggi added sugar, semakin besar risiko konsumsi gula berlebih.
Kandungan Kalori
Produk dengan label less sugar belum tentu rendah kalori. Beberapa makanan tetap tinggi kalori karena tambahan lemak atau karbohidrat.
Daftar Komposisi
Bahan yang ditulis paling awal berarti jumlahnya paling banyak dalam produk tersebut. Jika gula berada di urutan awal komposisi, artinya kandungan gulanya cukup tinggi.
Risiko Konsumsi Gula Berlebih
Konsumsi gula berlebihan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk:
- obesitas
- diabetes
- resistensi insulin
- kolesterol tinggi
- penyakit jantung.
Pada anak-anak, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan kebiasaan makan manis sejak dini.
Untuk memilih produk dengan lebih bijak, perhatikan tips berikut:
- Jangan hanya fokus pada tulisan depan kemasan
- Bandingkan kandungan gula antarproduk
- Pilih produk dengan added sugar lebih rendah
- Perhatikan jumlah gula per sajian
- Cek daftar komposisi sebelum membeli
- Batasi konsumsi minuman manis kemasan setiap hari.