Liputan6.com, Jakarta - Ketua Purna Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, memberi perhatian usai mendengar dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha meninggal dunia.
Menurutnya, perhatian publik tidak boleh berhenti pada kasus yang kini masih berproses. Peristiwa tersebut justru harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
"Kalau kita mau memperbaiki pelayanan kesehatan, maka yang harus kita lihat adalah sistemnya. Sistem yang melindungi tenaga kesehatan pada saat bekerja, sistem pendidikan, sampai sistem pelayanan di rumah sakit," kata Adib dalam keterangan tertulis dikutip pada Kamis (2/7/2026).
Advertisement
Menurut Adib, selama ini pembahasan mengenai sumber daya manusia kesehatan lebih banyak diarahkan pada pemerataan jumlah dokter. Padahal, persoalan tenaga kesehatan jauh lebih luas, termasuk bagaimana memastikan mereka dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan mendapatkan perlindungan saat menjalankan profesinya.
“Hak tenaga kesehatan untuk bekerja dengan aman, nyaman, dan terlindungi juga harus menjadi perhatian. Itu bagian dari sistem yang harus kita bangun," ujarnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu menilai pembenahan juga harus dimulai sejak masa pendidikan. Menurutnya, kemampuan komunikasi dokter tidak cukup hanya diajarkan secara teori, tetapi harus terus dilatih karena dokter akan menghadapi masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda.
“Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika. Dokter bisa berasal dari Jawa lalu bertugas di Sumatera, NTT (Nusa Tenggara Timur, Papua, atau daerah lain yang kulturnya berbeda. Kemampuan memahami masyarakat itu sama pentingnya dengan kemampuan klinis," katanya.
Menurut Adib, komunikasi yang baik tidak hanya mengurangi kesalahpahaman antara dokter dan pasien. Komunikasi yang baik juga merupakan upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Masyarakat Perlu Tahu Soal Sistem Triase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4171539/original/004444700_1664184029-adibbbbb.jpg)
Founder Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia (PDEI) itu menambahkan, persoalan komunikasi juga berkaitan dengan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pelayanan kegawatdaruratan.
Tidak sedikit konflik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) muncul karena masyarakat menganggap seluruh pasien harus segera ditangani. Padahal dokter wajib bekerja berdasarkan sistem triase. Ini adalah sistem untuk menentukan urutan penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan dan kedaruratan.
"Dokter diajarkan menentukan mana yang benar-benar gawat darurat, mana yang gawat tetapi tidak darurat, dan mana yang masih bisa menunggu. Sementara masyarakat sering melihat semua pasien yang datang ke IGD adalah kondisi gawat darurat. Perbedaan persepsi ini yang harus dijembatani melalui edukasi," katanya.
Selain penguatan komunikasi, Adib menilai pembenahan sistem juga harus mencakup kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, pemerataan obat-obatan emergensi, hingga sistem keamanan rumah sakit.
"Tugas dokter adalah memberikan pelayanan. Jangan sampai dokter harus menghadapi sendiri tekanan yang muncul di luar pelayanan medis. Rumah sakit juga harus mempunyai sistem keamanan yang baik sehingga tenaga kesehatan bisa bekerja dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Menurut Adib, tragedi yang menimpa Dokter Icha harus menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan merupakan kerja sebuah sistem. Karena itu, pembenahannya tidak bisa hanya dibebankan kepada dokter sebagai individu.
"Pelayanan kesehatan itu kerja sebuah sistem. Dokter hanya salah satu bagian di dalamnya. Jadi kalau ingin mencegah persoalan yang sama terulang, yang dibenahi bukan hanya manusianya, tetapi sistemnya," pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4353118/original/058768200_1678410499-WhatsApp_Image_2023-03-09_at_14.09.00.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7150146/original/012316300_1779938539-riset_palsu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522230/original/Dalam_Fakultas_Kedokteran_Universitas_Indonesia_serta_konsultan_Gastroenterologi_dan_Hepatologi_di_RSUPN_Dr._Cipto_Mangunkusumo__Prof._Dr._dr._Ari_Fahrial_Syam__Sp.PD-KGEH.__MMB__FINASIM__FACP__F.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222261/original/017321300_1747387923-WhatsApp_Image_2025-05-16_at_16.15.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123862/original/090587400_1738831381-alexander-grey-tr1po6kOWEc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258902/original/057116300_1750404416-Perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782310/original/007849800_1782882803-selly.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492538/original/057392700_1770177979-unnamed__31_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8812730/original/052936500_1782908121-SnapInsta.to_729867633_18600044872033381_2609447114313211433_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8792118/original/059866400_1782899133-bappenas.jpeg)